Radikalisme jadi Fokus Pengamanan Jelang Pemilu


-1
2 shares, -1 points

Harakatuna.com. Semarang – Menjelang Pemilu 2019, kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jawa Tengah diminta ikut berperan aktif meredam berkembangnya potensi konflik yang muncul di tengah masyarakat.

“Para mahasiswa juga diminta melawan isu-isu menyangkut suku, agama, ras, dan antargolongan, hoaks, serta perpecahan dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Semarang, Sabtu, 2/2.

Menurut dia, kalangan mahasiswa juga harus menjadi tonggak dan garda depan dalam memberikan edukasi pentingnya melawan isu hoaks yang memusuhi agama maupun mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebutkan politisasi agama sudah ada setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw. saat memilih pemimpin pengganti. Meski begitu upaya menghindari konflik dengan saling menghormati harus dilakukan semua pihak.

“Perpecahan sekarang ini sudah lebih dahsyat karena dibenturkan dengan agama lain dan golongan, ini berbahaya. Peran pemerintah tentu saja bersama Forkopimda, polisi, TNI, Bawaslu, KPU, kerja sama juga dengan mahasiswa sebagai akademisi meredam konflik isu SARA, yang mengarah pada perpecahan ideologi atau agama,” katanya.

Kendati demikian, Taj Yasin mengakui bahwa antusiasme mahasiswa dalam bidang politik masih rendah sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak.  “Ketika pesta demokrasi, mahasiswa cenderung tidak memilih caleg maupun capres dengan tidak pulang ke kampung halamannya, itu perlu menjadi perhatian khusus,” ujarnya.

Baca Juga:  Ponpes Ditutup Akibat Menolak Pasang Bendera Merah Putih

Like it? Share with your friends!

-1
2 shares, -1 points

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.