31.9 C
Jakarta

Serangan Israel ke Rafah Akan Timbulkan Perluasan Perang Israel

Artikel Trending

AkhbarInternasionalSerangan Israel ke Rafah Akan Timbulkan Perluasan Perang Israel
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Tel Aviv – Menteri Luar Negeri Iran telah mengeluarkan peringatan keras mengenai rencana invasi darat Israel ke kota Rafah di Jalur Gaza selatan. Pihaknya menegaskan serangan tersebut akan menimbulkan konsekuensi serius bagi Israel sendiri.

Pernyataan ini disampaikan oleh Hossein Amir-Abdollahian dalam postingan di platform media sosial X pada Senin (12/2). “Perluasan kejahatan perang dan genosida rezim Israel melibatkan pengungsi Palestina di Rafah akan berdampak serius bagi Tel Aviv,” katanya.

Pasalnya ia merespon serangan ini dengan serius. Sehingga komentarnya muncul setelah setidaknya 100 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak tewas dan hampir 230 lainnya terluka dalam serangan udara besar-besaran dan serangan artileri rezim Israel terhadap Rafah.

Agresi tersebut terjadi ketika lebih dari 1,4 juta orang, sekitar lima kali lipat populasi Rafah pada umumnya telah melarikan diri ke kota tersebut di tengah genosida Israel di Jalur Gaza. Sebelumnya, agresi tersebut telah menewaskan lebih dari 28.300 warga Palestina sejak dimulai pada 7 Oktober 2023.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memerintahkan militer Israel pada hari Jumat untuk bersiap mengevakuasi warga sipil dari Rafah. Perintah ini sebagai respon terhadap rencana operasi darat terhadap kota tersebut.

Sementara itu, organisasi bantuan mengatakan langkah tersebut hampir mustahil dilakukan. Hal ini dikarenakan skala kehancuran di wilayah Gaza sangat besar dan orang yang terjebak di wilayah tersebut sangatlah banyak jumlahnya.

Sebagai upaya lain, Menteri Luar Negeri Iran juga bertemu dan berunding dengan mitranya dari Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, pada Senin. Namun usaha ini juga tidak memberi peluang besar untuk visi evakuasi warga sipil dari Rafah.

BACA JUGA  Kondisi Memburuk, 800 Ribu Warga Palestina Melarikan Diri dari Rafah

Merujuk pada ancaman Israel untuk melancarkan invasi darat besar-besaran ke Rafah Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, “Pemerintah AS berbicara tentang mencegah penyebaran perang di wilayah tersebut, namun pada saat yang sama, terus memberikan senjata kepada rezim Israel. peralatan militer untuk membantai warga Palestina.”

“Adalah mungkin untuk mencapai kesepakatan dan menemukan solusi politik terhadap perang di Gaza, asalkan AS dapat membuat pilihan dalam tindakan dan bukan hanya sekedar kata-kata antara melanjutkan perang dan gencatan senjata [di Gaza],” kata Amir-Abdollahian.

Memuji upaya diplomatik Qatar, yang bertujuan untuk mengakhiri serangan Israel di Gaza, diplomat utama Iran mengatakan, “Pemerintahan AS tidak memiliki integritas yang diperlukan untuk membantu pencapaian solusi politik guna menghentikan perang [genosida Israel] di Gaza. .”

Dia mengatakan, kelompok perlawanan Palestina telah membuktikan niat baik dan komitmen mereka terhadap solusi politik. “Namun, jelas bahwa Netanyahu masih memberikan prioritas pada perang dan pemerintah AS juga mendukung [kelanjutan] perang dalam praktiknya, sambil berbicara tentang [perlunya] perdamaian dan gencatan senjata,” kata Amir-Abdollahian.

Menteri Luar Negeri Qatar memuji diplomasi aktif Iran dalam mendukung Palestina dan keamanan berkelanjutan di kawasan. Dia mengatakan, Qatar memiliki pandangan yang sama dengan Iran mengenai perlunya mengakhiri perang di Gaza, dan upaya diplomatiknya akan terus berlanjut untuk mencapai tujuan tersebut.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru