34.4 C
Jakarta

Pemerintah Terus Buru Kelompok Teroris MIT Hingga Serahkan Diri

Artikel Trending

AkhbarNasionalPemerintah Terus Buru Kelompok Teroris MIT Hingga Serahkan Diri
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Pemerintah Indonesia Hingga Saat Ini Masih Terus Berupaya Untuk Menangani Persoalan Terorisme. Salah Satu Pimpinannya yang terus polisi buruh adalah Kelompok teroris MIT. Pasalnya mereka hendak menyerahkan dirinya setelah dikepung.

Terorisme hingga saat ini masih menjadi permasalahan besar yang dihadapi Indonesia. Pemerintah sendiri juga tengah mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa mengatasi permasalahan terorisme.

Buronan terorisme yang merupakan pimpinan Muhajidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ali Kalora dikabarkan sempat berupaya menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum, akan tetapi batal dilakukan. Hal itu diduga Ali mendapatkan ancaman terkait keluarganya dari anggota kelompok.

“Segala kemungkinan terjadi seperti itu di sana, ada usaha untuk menyerahkan diri dan sebagainya,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/5).

Ali sebagai pimpinan teroris MIT Poso telah menjadi buronan selama lima tahun. Sebelumnya, posisi pemimpin dijabat oleh Santoso alias Abu Wardah yang telah tewas ditembak oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala pada 18 Juli 2016 dalam sebuah penyergapan.

Saat itu, Ali berhasil lolos bersama enam rekan lainnya yakni Qatar, Namnung, Nae, Basir, Abu Alim dan Kholid. Setelah Santoso tewas, Ali dipercaya oleh anggota lainnya untuk menjadi pimpinan kelompok.

BACA JUGA  Indonesia Darurat Radikalisme, IPDN Gandeng Yenny Wahid, Ini Rencana Aksinya

Selama menjadi pimpinan teroris MIT, Ali ditemani oleh istrinya yakni Tini Susantika alias Umi Fadel. Pada awal kepemimpinannya, MUT memiliki sekitar 16 anggota yang dulunya pengikut Santoso.

Tidak berselang lama setelah Ali diangkat menjadi pimpinan teroris MIT, Tini tertangkap pada Oktober 2016 dalam keadaan hamil tua. Sementara itu, Ali kembali berhasil meloloskan diri dari perburuan.

Sementara itu, Rusdi belum bisa menuturkan lebih lanjut mengenai upaya-upaya yang tengah dilakukan oleh pihaknya dalam membasmi kelompok teroris dari wilayah Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya teroris MIT. Ia hanya menyampaikan saat ini TNI-Polri yang tergabung dalam operasi Satgas Madago Raya sedang mendalami segala kemungkinan yang terjadi di Poso.

“Yang jelas, dari operasi itu diharapkan bisa selesaikan kasus MIT,” terang Rusdi. “Kelompok-kelompok Ali Kalora harus diselesaikan di daerah Poso dan sekitarnya.”

Rusdi menjelaskan bahwa kelompok teroris MIT Poso diduga menjadi dalang pembunuhan empat warga Desa Kilimango, Poso, Sulteng. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dapat diduga bahwa penyerangan itu dilakukan oleh MIT pimpinan Watar alias Farel alias Anas.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru