Harakatuna.com. Kukareta — Pasukan Joint Task Force (North East) Operation HADIN KAI (OPHK) Sektor 2 berhasil menewaskan sedikitnya 24 teroris dalam operasi militer yang digelar di wilayah Kukareta, Kamis (23/4/2026) dini hari.
Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan kelompok teroris yang dimulai sesaat setelah tengah malam hingga sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Serangan itu langsung dihadapi dengan respons cepat dan terkoordinasi dari pasukan yang siaga di lokasi.
Dalam keterangan resminya, Perwira Informasi Media Satgas, Letkol Sani Uba, menjelaskan bahwa pasukan berhasil menahan serangan dan memukul mundur para pelaku. “Serangan yang dimulai tak lama setelah tengah malam berhasil dihadapi dengan respons cepat dan terkoordinasi oleh pasukan yang waspada. Mereka melaksanakan aksi ofensif-defensif secara terukur, sehingga mampu menahan serangan dan memaksa para teroris mundur dalam kondisi kacau,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama baku tembak berlangsung, pasukan berhasil menimbulkan kerugian besar di pihak penyerang. “Dalam pertempuran tersebut, pasukan menimbulkan korban besar di pihak penyerang, dengan 24 teroris berhasil dilumpuhkan sejauh ini,” katanya.
Selain itu, operasi lanjutan di lokasi kejadian juga berhasil menemukan sejumlah besar persenjataan dan amunisi milik kelompok tersebut. Di antaranya 18 senapan AK-47, tiga senapan mesin umum (GPMG), dua senjata otomatis antipesawat PKT, tiga peluncur RPG, dua mortir, empat granat tangan, 18 magazen AK-47, serta amunisi kaliber 7,62 mm dalam jumlah besar.
“Eksploitasi medan pertempuran yang masih berlangsung juga menunjukkan jejak pelarian para teroris, termasuk ceceran darah dan perlengkapan medis yang ditinggalkan di jalur mundur mereka,” lanjutnya.
Dari pihak militer, dua personel dilaporkan mengalami luka dalam pertempuran dan telah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, satu kendaraan lapis baja mengalami kerusakan setelah seluruh bannya hancur akibat serangan.
Menurut Sani Uba, keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapan tempur serta keunggulan taktis pasukan dalam menekan ruang gerak kelompok teroris. “Operasi ini menegaskan ketangguhan, kesiapan tempur, dan superioritas daya tembak pasukan OPHK dalam membatasi pergerakan teroris,” tegasnya.
Ia memastikan operasi akan terus dilanjutkan dengan tekanan ofensif berkelanjutan untuk memperkuat hasil yang telah dicapai dan menumpas seluruh elemen teroris di wilayah operasi bersama.

















Leave a Comment