Densus 88 Edukasi Pelajar Riau Tangkal Radikalisme di Era Digital

Ahmad Fairozi, M.Hum.

24/07/2026

3
Min Read
Densus 88 Edukasi Pelajar Riau Tangkal Radikalisme di Era Digital

Harakatuna.com. Pekanbaru – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Riau Densus 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan). Kali ini, sosialisasi digelar di SMK Perbankan Riau pada Kamis (23/7/2026) dengan melibatkan puluhan siswa dan guru.

Kegiatan yang mengusung tema “Sekolah Damai Tanpa Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme” tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda agar tidak mudah terpapar paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme (IRET), maupun Nihilistic Violent Extremism (NVE), terutama melalui media digital. Acara ini dihadiri Kepala SMK Perbankan Riau Viky Fintaru, Plt. Lurah Sidomulyo Timur Taufik Akbar, Ketua LPM, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidomulyo Timur.

Dalam paparannya, Brigpol Nella Anggraini dari Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara bijak. Menurutnya, media sosial kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mengajak para siswa untuk bijak menggunakan media sosial, mampu menyaring informasi yang diterima, serta berani mengatakan tidak terhadap ajaran yang mengarah pada kekerasan maupun kebencian. Selain itu, penting juga menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan menjauhi perundungan,” ujar Brigpol Nella Anggraini.

Ia menegaskan, kewaspadaan terhadap konten digital menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda. Kemampuan berpikir kritis dan literasi digital dinilai menjadi bekal utama agar pelajar tidak mudah terpengaruh propaganda yang mengarah pada ekstremisme.

BACA JUGA  ICATT Gandeng Densus 88, Perkuat Cegah Radikalisme

Sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para siswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan penggunaan media digital serta cara mengenali ciri-ciri konten yang mengandung narasi intoleransi dan radikalisme.

Kepala SMK Perbankan Riau, Viky Fintaru, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya IRET sangat dibutuhkan oleh lingkungan sekolah sebagai upaya memperkuat ketahanan pelajar dari pengaruh negatif dunia maya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgaswil Riau Densus 88 Polri yang telah memberikan sosialisasi mengenai IRET di sekolah kami. Informasi seperti ini sangat dibutuhkan agar para siswa mampu menghindari penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang kini banyak beredar melalui media digital,” kata Viky.

Senada dengan itu, Pelaksana Tugas Lurah Sidomulyo Timur, Taufik Akbar, berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan dunia pendidikan dapat terus diperkuat dalam membangun lingkungan yang aman dari pengaruh paham radikal.

“Pemerintah kelurahan sangat mendukung kegiatan ini. Kami berharap sosialisasi seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat, khususnya generasi muda di Kelurahan Sidomulyo Timur, semakin tangguh menghadapi penyebaran paham IRET dan NVE melalui media sosial,” ujarnya.

Melalui Program RATAKAN, Densus 88 Antiteror Polri terus mengedepankan pendekatan preventif dengan menggandeng institusi pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan literasi digital, serta membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme dan ekstremisme di era digital.

Leave a Comment

Related Post