Brigade Al-Qassam Rilis Video Pengembangan Unit Artileri dan Kenang Komandan yang Tewas

Ahmad Fairozi, M.Hum.

04/07/2026

2
Min Read
Brigade Al-Qassam Rilis Video Pengembangan Unit Artileri dan Kenang Komandan yang Tewas

Harakatuna.com. AZA – Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, merilis sebuah rekaman video yang menampilkan proses pengembangan unit artileri mereka di Kota Gaza. Video tersebut juga menjadi penghormatan terhadap komandan lapangan Muhammad Mahmoud Jarada yang dilaporkan tewas pada 8 Juli 2024.

Rekaman berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan dokumentasi latihan unit artileri, termasuk simulasi peluncuran roket dan mortir yang disebut dilakukan selama masa persiapan menjelang operasi 7 Oktober 2023 yang oleh Hamas dinamai Banjir Al-Aqsha.

Dalam video tersebut, Muhammad Jarada yang menjabat sebagai komandan batalion sekaligus memimpin unit artileri Brigade Gaza tampak mengawasi latihan serta operasi penembakan roket dan mortir yang ditujukan ke arah pasukan Israel di sekitar wilayah Gaza. Salah satu cuplikan arsip juga memperlihatkan Jarada memberikan arahan kepada pasukannya sebelum operasi dimulai.

“Kami telah mengerahkan segala kemampuan melalui persiapan selama bertahun-tahun. Setiap pertempuran yang datang harus disertai dengan kejutan dan eskalasi serangan,” ujarnya dalam rekaman tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa serangan yang akan dilakukan memiliki intensitas lebih besar dibandingkan latihan-latihan sebelumnya. Video itu turut menampilkan sejumlah komandan senior Brigade Al-Qassam yang telah tewas dalam konflik, di antaranya mantan kepala staf Brigade Al-Qassam Izzuddin Al-Haddad, serta Raed Saad, Jamal al-Zubda, Ayman Siam, Wissam Farhat, dan Bassem Issa.

BACA JUGA  Penjaga Perdamaian PBB Tewas Akibat Serangan Mortir di Lebanon Selatan

Selain itu, rekaman tersebut memuat kembali pesan suara yang sebelumnya disampaikan Komandan Umum Brigade Al-Qassam, Muhammad Deif, pada 7 Oktober 2023. Dalam rekaman tersebut, Deif mengumumkan dimulainya operasi Banjir Al-Aqsha dan menyatakan bahwa gelombang pertama serangan menargetkan berbagai posisi serta pangkalan militer Israel.

Ia juga mengklaim lebih dari 5.000 roket dan proyektil ditembakkan dalam kurun sekitar 20 menit pertama operasi. ejumlah analis militer menilai bahwa serangan roket pada awal operasi tersebut merupakan bagian dari strategi militer yang lebih luas untuk mendukung pergerakan pasukan darat. Menurut analisis tersebut, serangan diarahkan untuk menekan sistem pertahanan udara, mengganggu kemampuan pengawasan, serta menciptakan tekanan terhadap respons militer Israel pada fase awal operasi.

Video yang dirilis Brigade Al-Qassam itu menjadi dokumentasi terbaru yang dipublikasikan kelompok tersebut mengenai persiapan dan pelaksanaan operasi 7 Oktober 2023, sekaligus menampilkan kembali sejumlah tokoh militernya yang telah tewas dalam konflik bersenjata di Jalur Gaza.

Leave a Comment

Related Post