Kurdi Suriah Kecam Aksi Mutilasi Jenazah Milisi Perempuan


0
6 shares

Harakatuna.com. Damaskus. Komunitas Kurdi Suriah dikejutkan dengan beredarnya rekaman video kekejaman yang menampilkan jenazah milisi perempuan yang dimutilasi. Mereka menuduh tindakan tersebut dilakukan oleh kelompok pemberontak yang didukung Turki.

Seorang pejabat Kurdi mengenali jenazah wanita muda dalam video tersebut sebagai Barin Kobani, yang juga ikut dalam gerakan perlawanan didukung AS mengusir kelompok teroris ISIS dari utara kota Kobane.

“Sekutu teroris Turki telah memutilasi jenazah Kobani, yang merupakan anggota wanita di Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG),” tulis pernyataan kelompok Kurdi Suriah, dikutip AFP, Jumat (2/2/2018).

Badan Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah lembaga yang berbasis di Inggris, mengatakan telah menerima rekaman video tersebut dari anggota pemberontak Suriah yang bertempur bersama pasukan Turki di Afrin.

Pemberontak tersebut mengatakan bahwa rekaman itu dibuat pada Selasa (30/1/2018) setelah pasukan pemberontak menemukan jenazah milisi wanita itu di desa Qurna, dekat perbatasan Turki.

Dalam rekaman tersebut, belasan orang dengan beberapa bersenjata, berkumpul di sekeliling jenazah wanita yang sudah tergeletak di tanah.

Komunitas Kurdi mengungkapkan kemarahan akan rekaman video tersebut. Para pengguna media sosial pun membagikan foto Kobani semasa hidup yang sedang tersenyum, bersamaa dengan foto jenazahnya.

“Barin tidak menyerah, dia berjuang sampai mati. Perilaku seperti ini hanya akan memperkuat tekad kita untuk bertahan sampai meraih kemenangan,” kata Amad Kandal, seorang pejabat unit wanita YPG.

Anggota milisi pria dan wanita YPG telah mengambil bagian dalam pertempuran oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS untuk mengeluarkan IS dari sebagian besar wilayah Suriah.

Juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mustefa Bali turut mengecam aksi dalam video tersebut. Dia menyebut milisi YPG, baik pria maupun wanita telah ikut berperan dalam pertempuran mengusir ISIS dari wilayah Suriah.

Baca Juga:  Pemuda 21 Negara Sepakat Tingkatkan Toleransi di Masyarakat

“Ini yang menjadi alasan untuk terus melawan Turki dan sekutu-sekutunya. Tak bisa dibayangkan bagaimana mereka melakukan hal itu pada anak-anak perempuan kita jika mereka menguasai lingkungan kita,” tulisnya di akun media sosial.

Militer Turki bersama sekutu pemberontak Suriah telah melakukan serangan ke kota Afrin sejak 20 Januari lalu dengan menargetkan anggota YPG yang telah dianggap sebagai teroris oleh Ankara.

Kompas.com


Like it? Share with your friends!

0
6 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.