Kenapa Deddy Corbuzier Masuk Islam?


0
37 shares
Dedy Corbuzier yang masuk Islam

Hari ini ada berita hits yang mencuri perhatian masyarakat Indonesia, mulai kalangan abangan hingga kalangan priyai. Berita ini mengabarkan Deddy Corbuzier masuk Islam. Kenapa Deddy masuk Islam?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin menceritakan kedekatan Deddy dengan sosok ulama bernama Gus Miftah. Saya lihat dari videonya yang bertebaran di media sosial, Gus Miftah sering collab bareng Deddy, lebih-lebih di YouTube Deddy sendiri.

Kedekatan Deddy dan Gus Miftah bukan sebatas kedekatan guru dan murid, namun lebih pada kedekatan sepasang teman. Pada mulanya, Deddy beragama Kristen, sementara Gus Miftah beragama Islam. Perbedaan agama antara keduanya tidak membuat pertemanan mereka bercerai, malahan saling kuat mengikat. Menarik, bukan?

Pernah suatu waktu tepatnya siang bulan Ramadhan, Gus Miftah mempersilahkan Deddy mencicipi makanan yang disuguhkan oleh Gus Miftah. Mulanya Deddy maju mundur. Khawatir tidak baik makan pada siang bulan Ramadhan, sementara orang Islam lagi menunaikan ibadah puasa. Gus Miftah tidak mempersoalkan, bahkan mempersilahkan. Karena, memang secara syariat tidak ada larangan memberikan makanan kepada siapapun di siang bulan Ramadhan.

“Ironisnya,” sebut Gus Miftah, “masih banyak orang yang melarang membuka warung pada siang bulan Ramadhan.” Biasanya yang menyidak warung dibuka adalah kelompok Islam garis keras yang bertebaran di persada Nusantara. Islam semacam ini sejatinya tidak memberikan solusi terhadap perkembangan ekonomi rakyat. Dengan ditutupnya warung secara tidak langsung gerak ekonomi jadi mandek.

Perjalanan Deddy belajar Islam sudah berlangsung lama, kurang lebih hampir setahun. Bukan hal sepele seperti yang ditanyakan wartawan: Apakah karena mau nikah dengan Sabrina yang beragama Islam sehingga Deddy tertarik beragama Islam pula? Atau mau cari sensasi di jagat media sosial? Pertanyaan ini amat sangat mustahil terbersit di pikiran Deddy yang dikenal cerdas dan pintar. Kecerdasan ini tentunya banyak membimbing Deddy mengambil keputusan menjadi muallaf. Memang, siapapun yang masuk Islam mendapat hidayah, tapi ingat bahwa hidayah tidak akan digapai bagi siapa yang tidak mau. Hidayah harus diusahakan sehingga Allah mengaruniakannya.

Baca Juga:  Membubarkan Partai Pembebasan HTI

Ketertarikan Deddy menjadi muallaf tentu karena faktor lingkungan. Sahabat adalah lingkungan yang banyak membentuk kepribadian seseorang. Quraish Shihab selalu berpesan bahwa untuk menjadi orang baik hendaknya berteman dengan orang yang baik. Pesan seorang mufasir ini menggambarkan betapa besarnya pengaruh pertemanan membentuk masa depan seseorang.

Gus Miftah dikenal ulama yang terbuka dan tidak ekstrem. Beliau menghindari perpecahan. Beliau bahkan merangkul kaum abangan, lebih-lebih PSK, agar kembali ke jalan yang benar dengan cara dakwah yang santun, bukan paksaan. Diharapkan dakwah itu mengetuk hati dengan santun, damai, dan berkesan.

Dakwah Gus Miftah bila diperhatikan tak ubahnya dakwah Wali Songo, sembilan wali yang menyebarkan Islam di pulau Jawa. Dakwah Wali Songo dikenal dengan dakwah yang santun, membumi, dan melebur. Masyarakat yang suka seni didekati dengan dakwah seni. Dakwah ini sedikit pun tidak mengubah budaya masyarakat yang sudah membumi kuat. Namun, dakwah ini hanya mendesign menjadi islami. Karenanya, masyarakat jadi tertarik memeluk Islam.

Sesuai pengakuannya, Gus Miftah tidak pernah mengajak secara verbal Deddy masuk Islam. Yang jelas, dakwah Gus Miftah yang dikemas dengan santun, ramah, dan bersahabat mampu mengetuk hati Deddy yang pada mulanya sudah tertarik belajar Islam yang damai. Saya menyadari, bahwa hanya Islam damailah yang mampu mengislamkan non-muslim. Sebaliknya, hanya Islam garis keraslah yang gampang mengkafirkan orang muslim sendiri. Islam damai atau Islam moderat adalah cita rasa yang dikehendaki Nabi Muhammad Saw. Peganglah Islam damai dan cicipilah cita rasanya. Hindari Islam garis Islam, karena cita rasanya menjadi racun yang mematikan.

Kenapa Deddy Corbuzier masuk Islam? Jawabannya simpel, karena dia berteman dengan Gus Miftah yang mengajarkan Islam penuh damai, santun, dan membumi, sehingga cita rasa Islamnya benar-benar berkesan di hati. Semoga Bang Deddy terus istikamah dengan keyakinannya yang baru![] Shallallah ala Muhammad.


Like it? Share with your friends!

0
37 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
9
Suka
Khalilullah

Mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Peneliti Pendidikan Kader Mufasir (PKM) Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) Jakarta