Keluarga Jadi Benteng Utama Tangkal Radikalisme, Wali Kota Cilegon Ajak Perkuat Persatuan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

27/06/2026

3
Min Read

Harakatuna.com. Cilegon — Wali Kota Cilegon Robinsar mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat peran keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Wawasan Kebangsaan bertema Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan NKRI di The Royal Krakatau, Cilegon, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 Antiteror Polri yang dinilai terus mengedepankan langkah-langkah preventif dalam mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Cilegon mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Densus 88 Antiteror atas langkah-langkah preventif dan penanggulangan dini yang dilakukan. Karena jika berbicara toleransi, radikalisme maupun terorisme ini bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Robinsar mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal dapat menyasar berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang, termasuk lingkungan pemerintahan. Karena itu, ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat upaya pencegahan.

“Di sinilah perlunya kolaborasi dari semua pihak, koordinasi yang baik dan langkah-langkah yang tepat agar penyebaran paham radikalisme bisa segera direduksi sehingga tidak menjadi penyakit di tengah masyarakat dan mengganggu stabilitas lingkungan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkokoh nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan toleransi.

“Kita harus menguatkan ideologi Pancasila dan kebinekaan. Kita ini Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama. Karena itu toleransi harus terus diperkuat agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara harmonis serta mendukung kemajuan sosial dan ekonomi, khususnya di Kota Cilegon,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatgaswil Banten Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan, berdasarkan data tahun 2026 Indonesia berada di peringkat ke-31 dunia dalam tingkat kerentanan terhadap terorisme. Ia menjelaskan ancaman radikalisme kini berkembang melalui berbagai saluran, termasuk ruang digital.

BACA JUGA  Densus 88 Perkuat Deteksi Dini Cegah Terorisme di Lombok Barat

Meski dalam tiga tahun terakhir tidak terjadi aksi teror (zero attack), Mayndra menegaskan kewaspadaan tidak boleh berkurang karena aparat masih melakukan penindakan terhadap individu yang diduga terlibat jaringan terorisme.

“Walaupun tiga tahun terakhir tercatat zero attack, bukan berarti tidak ada ancaman. Densus 88 masih melakukan penangkapan terhadap tersangka yang terlibat jaringan terorisme. Karena itu, edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat harus terus dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah. Sebagai kawasan industri strategis, Kota Cilegon membutuhkan situasi yang aman agar aktivitas ekonomi dan investasi dapat berkembang secara optimal.

Mayndra juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak di era digital. Menurutnya, kemudahan akses internet membuka peluang masuknya berbagai pengaruh negatif apabila tidak diimbangi dengan pengawasan orang tua dan literasi digital yang memadai.

“Kita harus memulai dari keluarga. Saat ini tantangan semakin kompleks karena anak-anak dapat mengakses berbagai informasi melalui internet. Oleh sebab itu, edukasi dan pengawasan menjadi sangat penting agar mereka tidak terpapar paham yang menyimpang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun menegaskan bahwa kepolisian akan terus mengintensifkan program pembinaan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan radikalisme. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan demi menciptakan Kota Cilegon yang aman, damai, dan harmonis.

“Tentunya upaya dalam menjaga stabilitas keamanan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Kita membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan. Kami juga akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui program pembinaan masyarakat agar situasi keamanan tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya.

Leave a Comment

Related Post