25.4 C
Jakarta

Ini Komentar Al-Qurthubi Soal Konflik Nagorno-Karabakh

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...

Bagaimana Hukum Memberi Nasehat dalam Islam?

Tahukah kalian, mengapa agama merupakan suatu nasehat? Kehidupan seseorang bisa berubah dengan nasehat anda. Jalan kehidupan seseorang juga bisa berubah sedemikian baik lantaran duduk...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

 Akhir-akhir ini, terjadi perang berskala besar yang masih berlangsung sampai saat ini dan membuat media-media di seluruh dunia menginginkan berita up-to-date dari pihak yang sedang berperang. Pihak itu adalah Azerbaijan dan Armenia, yang memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh.

Nagorno-Karabakh sendiri merupakan salah satu kota yang terletak di Azerbaijan, namun dihuni oleh mayoritas penduduk Armenia. Begitu pula dengan pangkalan militer di sana juga dikuasai oleh militer Armenia. Tak ayal ini menjadi salah satu sebab pecahnya Konflik Nagorno-Karabakh.

Jika dilihat dari latar historisnya, Armenia dan Azerbaijan adalah bagian dari Kekaisaran Rusia yang dipimpin oleh Keluarga Romanov. Konflik ini muncul ketika Bolshevik meluluhlantakkan Kekaisaran Rusia dan mengubahnya menjadi Uni Soviet (sekarang Rusia). [1]Setelah itu, baik dari Armenia dan Azerbaijan, memanfaatkan kesempatan ini untuk memerdekakan diri dari Rusia. [2]Batas pasti kedua negara tersebut masih diperselisihkan hingga saat ini.

Setelah ditaklukkan oleh Uni Soviet, kedua negara itu menjadi bagian dari Uni Soviet. Uni Soviet. Karena Uni Soviet mengetahui bahwa kedua negara itu sedang berkonflik, Uni Soviet menginginkan kedua negara itu agar selalu berkonflik dengan berdalih bahwa Nagorno-Karabakh adalah wilayah milik Azerbaijan. Hal ini menyebabkan Armenia membungkan suaranya sampai Uni Soviet bubar, karena Nagorno-Karabakh memiliki sejarah panjang terhadap Armenia. [3]

Sebab lain pecahnya Konflik Nagorno-Karabakh adalah bubarnya Uni Soviet, menjadikan suara lama Konflik Nagorno-Karabakh terulang kembali. [4]Hal ini diperparah dengan ketegangan etnis antara orang Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Masalah ini tentu menjadi perhatian seluruh dunia mengingat perebutan ini sudah dari sejak awal abad ke-20. Sampai-sampai Konflik Nagorno-Karabakh menjadi perhatian khusus bagi Al-Qurthubi karena perang ini terlalu lama dan sangat banyak membunuh yang tak bersalah. Lalu, bagaimanakah komentar Al-Qurthubi terkait Konflik Nagorno-Karabakh?

Melihat perang berskala besar ini, Al-Qurthubi memberikan komentar terkait Konflik Nagorno-Karabakh ini. Beliau menyebut dua ayat yang dibawa oleh beliau, firman Allah yang berbunyi:

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ  (٥٧) 

Artinya: Maka jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Anfal [8]: 57)[5]

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللَّهِۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ  (٢١٧) 

Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS. Al-Baqarah [2]: 217)[6]

Pertama adalah, mencari sebab pecahnya suatu konflik, yakni Konflik Nagorno-Karabakh. [7]Dalam menyelesaikan suatu masalah, tentu harus diketahui dulu kenapa Konflik Nagorno-Karabakh ini bermula. Sebab-sebab Konflik Nagorno-Karabakh ini sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Kedua adalah, mengambil apa yang dianggap musuh sangat penting dan memikirkan solusi antara pihak Armenia dan Azerbaijan agar konflik bisa terselesaikan secara keseluruhan.[8] Mengingat Uni Soviet mengambil apa yang paling penting dari Armenia, yaitu Nagorno-Karabakh, membuat masyarakat Armenia tidak senang dengan keputusan ini dan terkesan lebih mendukung Azerbaijan ketimbang Armenia. Maka dari itu, beliau menyebut agar memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Kedua belah pihak akan diuntungkan ketika Armenia mendapatkan Nagorno-Karabakh kembali seperti dahulu kala dan masyarakat Azerbaijan tetap dibolehkan untuk tinggal di Nagorno-Karabakh dan hidup berdampingan dengan masyarakat Armenia di sana. Tentang bagaimana langkah selanjutnya, biarlah kedua belah pihak yang memutuskan.

Ketiga, menyerahkan konflik ini kepada Allah dan berdoa agar cepat terselesaikan. [9]Al-Qurthubi memberikan saran agar berdoa dahulu sebelum mencoba menyelesaikan masalah konflik yang pelik ini. Menurut beliau, Allah akan mengatur skenario yang terbaik untuk kedua belah pihak agar konflik yang sedang terjadi bisa diselesaikan secepat mungkin. Setelah berdoa kepada Allah, barulah mencoba untuk mencari sebab pecahnya Konflik Nagorno-Karabakh dan mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Tentu tidak ada usaha dahulu baru berdoa, karena usaha yang kita lakukan akan sia-sia jika mengakhirkan doa.

Konflik Nagorno-Karabakh ini seharusnya telah usai sejak lama, namun sampai sekarang masih tak terselesaikan karena adanya pihak ketiga yang ikut campur tangan terhadap urusan kedua negara itu sehingga konflik tetap terjadi. Ini menjadi masalah serius dan menjadi perhatian media di seluruh dunia, sampai-sampai Al-Qurthubi pun ikut berkomentar tentang hal ini. Wallahu A’lam Bishawab.

Bagus Abdurrahim, mahasiswa Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir IAIN Samarinda

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Nagorno-Karabakh, diakses pada 06 Oktober Pukul 17.14 WITA.

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Azerbaijan, diakses pada 06 Oktober Pukul 16.00 WITA.

[3] https://www.youtube.com/watch?v=Swkv6UojgfA, Nagorno-Karabakh: Europe’s Post-Soviet ‘Frozen War’ dari channel NowThisWorld, diakses pada 06 Oktober Pukul 17.04 WITA.

[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Artsakh, diakses pada 06 Oktober 2020 Pukul 17.13 WITA.

[5] https://quran.kemenag.go.id/sura/8/57, diakses pada 06 Oktober 2020 Pukul 17.24 WITA.

[6] https://quran.kemenag.go.id/sura/2/217, diakses pada 06 Oktober 2020 Pukul 17.30 WITA.

[7] Syaikh Imam Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi,Jilid ke-8, (Jakarta Selatan: Pustaka Azzam, 2018),  h. 67-70.

[8] Syaikh Imam Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi,Jilid ke-3, (Jakarta Selatan: Pustaka Azzam, 2018),  h. 95-96.

[9] Syaikh Imam Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi,Jilid ke-3…, h. 99.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ideologi Teroris dan Cara Memberantasnya

Ideologi teroris dan sikapnya dalam dasawarsa mutakhir ini semakin memiriskan. Pemenggalan demi pemenggalan atas nama agama mereka lakukan. Sungguh begitu banyak contoh untuk dibeberkan atau...

Pandemi Covid-19 Tak Kurangi Ancaman Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pandemi virus korona (covid-19) tidak menghentikan ancaman radikalisme dan terorisme. Hal itu terjadi di...

Serial Kebangsaan (I): Spirit Kebangsaan dan Kelalaian FPI

Sekitar semingguan kemarin, saya dapatkan sebuah buku yang cukup menarik dan tentunya masih relevan dibaca di era sekarang, apalagi buku ini baru saja launching....

Bom Mobil Meledak di Afghanistan, 30 Petugas Keamanan Tewas

Harakatuna.com. Ghazni-Sebuah mobil berisi bom meledak di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 30 aparat keamanan tewas akibat ledakan tersebut. Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Direktur Rumah...

Uang Kertas Mengalami Perubahan Nilai, Bagaimana dengan Mekanisme Pembayaran Hutang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa seiring perubahan zaman maka berubah pula nilai sebuah mata uang. Terdapat beberapa kasus yang memiliki inti permasalahan sama, yakni...

Eks Napiter, Haris Amir Falah Sebut Paham Radikalisme Mengancam Pancasila

Harakatuna.com. Solo – Munculnya paham radikalisme ekstrem yang tersebar di wilayah Indonesia mengancam Pancasila dan kedaulatan NKRI. Hal ini perlu diantisipasi, mengingat mereka telah...

Wanita dalam Pusaran Aksi Radikalisme dan Terorisme

Berbagai aksi terorisme dan radikalisme dalam beberapa dasawarsa ini kain “subur” terlebih di era milenial ini. Bergama aksi teror di Indonesia semakin banyak terjadi...