25.4 C
Jakarta

Idul Qurban Momentum Tepat Wujudkan Soliditas Pemerintah dengan Ormas Islam

Artikel Trending

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Daftar Daerah yang Tegas Menolak Kehadiran Rizieq Shihab dan FPI

Gelombang penolakan atas keberadaan organisasi Front Pembela Islam menjalar kemana-mana, utamanya pasca kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia dari pelariannya atas kasus hukum yang menimpa....

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Harakatuna.com. Jakarta Hari ini, Jumat tanggal 10 Dzulhijjah 1441 H,  umat muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Dimana pada perayaan  Idul Qurban tersebut  merupakan sarana bagi umat manusia untuk berbagi kepedulian antar sesama. Karena ibadah dan hidup bersama-sama di dalam agama Islam itu sendiri selain punya dampak individu tapi juga harus punya dampak sosial.

“Karena di Idul Adha pada10 hari pertama kita disunnahkan untuk berbuat kebajikan, berbuat amal sholeh, tolong menolong anta sesame umat manusia dan di sunnahkan juga untuk berpuasa dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah,” ujar Ketua Ikatan Dai (Ikadi) bidang Organisasi Dr. H. Baharuddin Husin, MA, di Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Dikatakan Baharuddin, di dalam Idul Qurban itu sendiri di sunnahkan juga kepada umat muslim untuk meningkatkan kepedulian yaitu dengan menyembelih hewan pada hari Idul Qurban yakni pada tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah

“Diharapkan dengan melalui Qurban ini bisa berbagi kepada tetangganya pada seluruh orang-orang yang khususnya sangat membutuhkan kepedulian itu. Disinilah kepedulian dan juga membangun solidaritas yang diharapkan rasa persatuan persaudaraan antar sesama umat itu akan dapat meningkat, termasuk juga persaudaaan kebanghsaan,” ujarnya

Karena di dalam kehidupan ini kalau tanpa adanya kerukunan, persaudaraan maupun solidaritas baik itu keagamaan dan solidaritas kebangsaan  maka seluruhnya akan sengsara. Karena tanpa kebersamaan dan soldaritas, tanpa tolong menolong maka kehidupan ini juga akan sengsara dan menjadi saling mengeksploitasi,” katanya.

“Saya rasa hal seperti ini perlu disampaikan dalam semua acara-acara kita sehingga akan terwujud suatu bangsa yang kuat, bangsa yang saling tolong menolong, bukan bangsa yang saling merusak antar sesama umat,” ujarnya.

Namun demikian menurutbya, persoalan solidaritas keagamaan sering menjadi sangat sempit dan melupakan persaudaraan kebangsaan. Hal ini bisa saja memicu konflik seperti yang terjadi di luar negeri yang tentunya hal itu tidak diharapkan masuk ke Indonesia.

“Untungnya dengan keberadaan Organisasai Massa (ormas) yang didukung para pemuka agama di Indonesia dapat meredam kasus-kasus yang terjadi di komunitasnya masing-masing sehingga mencegah terjadinya konflik yang lebih luas,” ujarnya.

Idul Qurban dan Cinta Tanah Air

Apalagi kemudian menurutnya dengan adanya pengertian Hubbul wathon minal iman, “Cinta Tanah Air itu bagian dari iman”. Masyarakat tidak bisa berbuat tanpa ada negara, tanpa tanah air, karena Tanah Air ini merupakan bagian dari anugerah.

Lagi pula menurutnya Merdeka ini adalah atas perjuangan para ulama berersama para tokoh yang nasionalis dan agamis, sehingga muncul apa yang dikatakan itu lima dasar negara Pancasila.

“Pancasila ini juga hasil dari rembukan yang sangat luar biasa yang dinaungi oleh Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang mana empat sila berikutnya itu di bawah naungan itu semua. Artinya tolok ukur maupun motor penggeraknya adalah Ketuhanan itu sendiri yang luar biasa. Nah, dalam agama juga ada kaitan dengan Tanah Air yang harus dibangun bersama-sama dengan baik,” ujarnya.

Selain itu Baharuddin menuturkan dalam aturan agama ada lima hal yang disebut, yakni ‘hifdzun nafs’ atau memelihara jiwa. Kemudia ‘hifdzun nasl’ yakni menjaga keturunan. Lalu ‘hafdzul maal’ memelihara harta.

Berikutnya juga yang keempat yaitu ‘hafdzul aql’, atau memelihara akal. Dan terakhir adalah ‘hifdzud diin’, yang artinya memelihara agama.

“Istilahnya membina orang-orang yang kapasitas agamanya masih lemah,  jug apara para Ustaz yang setengah-setengah. Tentunya hal ini harus dibina terus hingga mereka punya kapasitas yang betul-betul bisa menjelaskan agama itu secara utuh dan komprehensif,” ungkapnya.

Baharuddin menyampaikan bahwa karena masyarakat di Indonesia ini sangat multikultur, dimana masing-masing dari memiliki komunitas. Seperti Nahdatul Ulama (NU) dengan masyarakatnya, Muhammadiyah dengan masyarakatnya dan lain sebagainya. Sehingga kemudian Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) ini memunculkan ide gugus tugas 20 ormas lintas keagamaan yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) dan juga 14 ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

“Tentunya ini hal yang sangat luar biasa, yang mana jumlah masyarakat mereka itu sekitar 150 juta jika di total. Kalau hal ini bisa dikembangkan dengan baik kedepan, tentunya  masalah terorisme, radikalisme dan sebagainya ini akan mudah teratasi,” ujarnya.

Oleh karena itu ia menuturkan bahwa hal ini harus dipupuk dan harus dikembangkan agar jangan sampai kita nanti mengambil inisiatif sendiri telalu cepat tapi hasilnya malah menimbulkan konflik seperti yang terjadi di luar.

Menurutnya, persoalan-persoalan masyarakat ini sebenarnya gampang diselesaikan ketika ada kebersamaan. Karena menurutnya masyarakat yang orientasi berpikirnya kurang pas itu akan mudah diluruskan dan diperbaiki ketika dilakukan pembinaan oleh orang yang disegani oleh yang bersangkutan.

“Sehingga tidak ada gap semacam itu, sehingga mudah. Misalnya si A ini dari Muhammadiyah, ya tentunya orang Muhammadiyah langsung yang disegani yang memberi nasehat ke dia. Demikian pula si B dari NU, ya harus orang NU yang disegani yang langsung memberi nasehat ke dia,” terangnya.

Sedangkan dia menegaskan negara hanya bertugas mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Karena menurutnya ketidakadilan, kemudian kemiskinan dan sebagainya adalah negara yang bertanggung jawab untuk mengatasi kemiskinan mereka.

“Maka BNPT ini sangat luar biasa ketika bermitra dan berkoordinasi dengan Kementerian yang bersangkutan. Saya rasa luar biasa inisiatif dari BNPT ini untuk bagaimana ke depan kita ini semakin erat kerjasama saling bersama-sama untuk mengatasi persoalan bangsa negara ini kedepan. Mudah-mudahan upaya ini bagian dari ibadah, dan insya allah kebaikan di sisi allah subhanahu wa ta’ala.,” ungkapnya.

Terlebih ia mengungkapkan bahwa hal ini sejalan konsep dakwah Ikadi yang rahmatan lil alamin artinya memberi dakwah penuh dengan kasih sayang antar sesama. Menyadarkan manusia bahwa kita adalah makhluk terhormat yang harus memberi kebaikan-kebaikan pada yang lain. Makhluk yang sesuai dalam ajaran Islam itu sendiri yang mana Islam itu prinsipnya adalah memberi Rahmat.

“Maka dari itu kalau kita merusak orang lain itu tentunya adalah sesuatu yang tidak wajar. Termasuk juga memperbaiki lingkungan dan sebagainya, bahkan kalaupun ada duri jalan dituntukan oleh agama itu jangan ada duri di jalan yang mengganggu orang zampai seperti itu, apalagi kalau sampai merusak orang lain tentunya sangat tidak disenangi oleh Islam,” katanya mengakhiri.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

HRW Tuntut Arab Saudi Putuskan Status Muslim Uighur Ditahan

Harakatuna.com. New York – Human Rights Watch (HRW) telah meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk “segera mengklarifikasi” status Muslim Uighur dari minoritas etnis Uighur...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XI): Kurnia Widodo Korban Paham NII

Sebut saja saya Kurnia Widodo. Saya Lahir di Medan tahun 1974. Masa kecil saya dilalui seperti anak-anak pada biasanya. SMA saya awalnya ditempuh di...

Densus 88 Ringkus Teroris Pembuat Bom Taufik Bulaga

Harakatuna.com. Bandar Lampung - Polri buka suara soal penangkapan teroris Taufik Bulaga oleh Densus 88 Antiteror di Kampung Sribawono, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah....

Beginilah Hukum Shalat Sambil Memakai Sandal

Di zaman nabi dahulu, pelaksanaan shalat sambil menggunakan sandal lumrah terjadi. Pasalnya, masjid kala itu tidak berlantai ubin seperti masjid-masjid di zaman sekarang. Sehingga...

Waspadai Ideologi Radikal yang Disusupkan di Konten Medsos

Harakatuna.com. Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, meminta masyarakat mewaspadai penyebarluasan ideologi radikal terorisme yang banyak...

Relasi Iman, Keadilan dan Demokrasi ala Cak Nur

Nurcholish Madjid, atau yang biasa dipanggil Cak Nur, dikenal luas sebagai salah satu cendekiawan Muslim terbesar di Indonesia. Pemikirannya merupakan suatu usaha untuk mencari...