31.4 C
Jakarta

Gagal Haji Karena Corona dalam Pandangan Fikih

Artikel Trending

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

Islam sebagai agama yang kaffah tentu mengatur secara komprehensif segala aktifitas manusia dari mulai bangun tidur samapai tidur kembali. Sebagai agama yang kaffah, Islam...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Ibadah haji adalah ibadah yang utama dalam agama Islam. Bahkan ibadah haji merupakan salah satu dalam lima rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh seorang muslim apabila mampu melaksanakannya. Haji ini termasuk ibadah yang Istimewa karena wajib dilaksanakan seumur hidup sekali. Dan apabila mampu melaksanakan yang kedua atau ketiga maka hukumnya telah menjadi sunah.

Haji merupakan ibadah yang sangat diharap-harapkan oleh setiap muslim. Karena tiada balasan bagi orang yang hajinya mabrur kecuali hanya surga. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad

والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنّة

Artinya: “Dan haji yang mabrur tiada balasan yang pantas baginya kecuali hanya surga”. [HR. Bukhori-Muslim].

Ibadah Haji Ditengah Pandemi Corona

Begitu istimewa pahala haji, namun tiada yang bisa mendapatkan pahalanya tahun ini (1441 H). Hal ini karena keadaan dunia yang tidak aman untuk melaksanakan haji. Dunia sedang dilanda pandemi Corona yang bisa membahayakan jiwa. Senada dengan itu Pemerintah Arab Saudi selaku tuan rumah belum mengijinkan untuk membuka ibadah haji tahun ini.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama juga memaklumatkan secara resmi bahwa pelaksanaan haji tahun 1441 H di batalkan dengan alasan keamaan jiwa manusia dari ancaman pandemi Corona atau Covid-19. Lalu bagaimana menyikapi gagalnya haji tahun 1441 H ini dari pandangan fikih…?.

Dalam pandangan fikih dijelaskan bahwa haji dapat dilaksanakan apabila memenuhi tujuh syarat. Tujuh syarat tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Fathul Qorib adalah Islam, baligh, berakal, merdeka, bekal yang cukup, adanya kendaraan untuk pergi dan keamanaan haji.

Sebagaimana diketahui bahwa pelaksanan haji tahun 1441 H ini telah memenuhi enam syarat yang telah disebutkan. Namun tidak memenuhi syarat yang ketujuh yaitu keamanan haji. Para ulama menyatakan bahwa keamanaan haji meliputi dua hal yaitu aman jiwanya dan aman harta bendanya.

Apabila dalam melaksanakan haji bisa menyebabkan nyawanya hilang atau hartanya tidak aman selama perjalanan baik karena pencurian atau yang lainnya maka haji menjadi tidak wajib. Dan jelas melaksankan haji tahun ini akan mengancam jiwa manusia karena pandemi Corona.

Dengan demikian gagalnya haji tahun 1441 karena Corona dalam pandangan fikih tidaklah mengapa. Hal ini karena apabila melaksanakan haji akan mengacam keamaan jiwa manusia. Menjaga keamaan jiwa manusia adalah tujuan utama syariat Islam

 

Khalwani Ahmad
Khalwani Ahmad
Pemerhati Sejarah Peradaban Islam Nusantara

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

BNPT Bentuk Gugus Tugas Pemuka Agama Tangkal Paham Radikalisme Terorisme

Harakatuna.com. Jakarta – Organisasi masyarakat (Ormas) Islam dan ormas keagamaan merupakan elemen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pemuka Agama dari berbagai ormas keagamaan ini...

Tanda-Tanda Diterimanya Sebuah Taubat, Apa Saja?

Sudah kita ketahui bersama bahwa manusia tidak akan lepas dari dosa. Supaya dosa diampuni, tentunya seorang hamba harus bertaubat. Lantas bagaimana tanda-tanda taubat  diterima?...

Khilafah Islamiyah ala ISIS Hanya Omong Kosong

Harakatuna.com. Surakarta-Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah IAIN Surakarta menggelar Bedah Buku “300 Hari di Bumi Syam” di Gedung Fakultas Syariah, pada Jum’at (27/11)...

Menulis itu Melukis dengan Kata

Tulisan yang bagus adalah guratan yang mampu membangun emosi pembaca. Bahwa menulis tidak sekadar mengumpulkan kata, disusun menjadi kalimat; kalimat yang dihimpun menjadi paragraf....

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

HRW Tuntut Arab Saudi Putuskan Status Muslim Uighur Ditahan

Harakatuna.com. New York – Human Rights Watch (HRW) telah meminta pihak berwenang Arab Saudi untuk “segera mengklarifikasi” status Muslim Uighur dari minoritas etnis Uighur...

Serial Pengakuan Mantan Teroris (XI): Kurnia Widodo Korban Paham NII

Sebut saja saya Kurnia Widodo. Saya Lahir di Medan tahun 1974. Masa kecil saya dilalui seperti anak-anak pada biasanya. SMA saya awalnya ditempuh di...