FBI Selidiki Radikalisasi Online di Balik Penembakan Mematikan di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

20/05/2026

3
Min Read
FBI Selidiki Radikalisasi Online di Balik Penembakan Mematikan di Islamic Center San Diego, Amerika

Harakatuna.com. San Diego – Aparat penegak hukum Amerika Serikat tengah menyelidiki dugaan radikalisasi online dan keterkaitan ideologi ekstremis di balik penembakan mematikan di kompleks Islamic Center of San Diego, California, yang menewaskan tiga orang pada Senin waktu setempat.

Dilansir dari ABC News, otoritas juga menelusuri sebuah video yang diduga diunggah secara daring oleh salah satu pelaku dan memperlihatkan siaran langsung penyerangan beserta situasi setelah kejadian.

Dalam insiden tersebut, tiga pria dilaporkan tewas, termasuk seorang petugas keamanan masjid. Sementara itu, dua terduga pelaku berusia 17 dan 18 tahun ditemukan tewas di dalam kendaraan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Penyelidik mengidentifikasi kedua remaja tersebut sebagai Cain Clark dan Caleb Vazquez. Keduanya diduga terpapar ideologi ekstremis melalui internet sebelum melakukan serangan. Sumber penegak hukum menyebut video yang beredar di situs gore memperlihatkan para pelaku mendekati pusat Islam tersebut sebelum melepaskan tembakan. Salah satu pelaku yang diyakini Clark terlihat mengenakan pakaian loreng militer dan rompi taktis.

Dalam bagian lain video itu, Clark disebut terlihat menembak Vazquez di dalam kendaraan sebelum akhirnya bunuh diri. Penyidik juga menemukan berbagai simbol neo-Nazi dan ekstremisme akselerasionis pada perlengkapan pelaku. Di antaranya lambang Sonnenrad atau “Black Sun”, simbol yang identik dengan kelompok neo-Nazi, serta gambar SS bolts yang ditemukan pada senjata dan barang bukti lain di lokasi kejadian.

Selain itu, aparat menemukan bendera bergambar Sonnenrad dan jeriken bertuliskan simbol SS di area penyerangan. Menurut pejabat FBI San Diego, Mark Remily, kedua pelaku saling mengenal melalui internet dan kemudian mengetahui bahwa mereka tinggal di wilayah yang sama di San Diego.

BACA JUGA  Mahasiswa Teknik di Mumbai Ditangkap karena Sebarkan Propaganda Teroris secara Online

“Mereka tampaknya teradikalisasi secara online dan memiliki kebencian luas terhadap berbagai ras dan agama,” ujar Remily dalam konferensi pers, Selasa.

Ia menambahkan, aparat telah menemukan sejumlah tulisan yang berisi pandangan rasial dan keagamaan ekstrem terkait gambaran dunia yang diinginkan para pelaku. “Kami masih menganalisis tulisan-tulisan itu untuk memahami apa yang memicu serangan ini dan bagaimana mencegah kejadian serupa di masa depan, termasuk menelusuri proses radikalisasi yang terjadi,” katanya.

Meski demikian, penyidik menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah masjid tersebut memang menjadi target utama penyerangan. “Kami masih memeriksa perangkat elektronik mereka. Namun yang jelas, mereka memiliki kebencian terhadap banyak kelompok masyarakat,” ujar Remily.

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan aparat juga masih mendalami kemungkinan ancaman lain terkait insiden tersebut, termasuk apakah sekolah di kompleks Islamic Center menjadi sasaran serangan. Polisi turut menyelidiki asal-usul senjata yang digunakan pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, senjata tersebut diketahui milik orang tua salah satu tersangka.

Dalam penggeledahan di dua rumah yang terkait dengan pelaku, aparat menyita puluhan senjata api, amunisi, perlengkapan taktis, perangkat elektronik, hingga busur panah. “Sejauh ini kami telah menyita lebih dari 30 senjata api dan satu crossbow,” kata Remily.

Penembakan dilaporkan terjadi menjelang tengah hari. Rekaman video menunjukkan para pelaku sempat terlibat baku tembak dengan petugas keamanan masjid yang kemudian tewas dalam insiden tersebut.

Menurut Wahl, petugas keamanan sempat mengaktifkan protokol penguncian darurat sehingga jamaah dan anak-anak di dalam kompleks masjid dapat menyelamatkan diri. Saat kejadian berlangsung, terdapat sekitar 140 anak di dalam area pusat Islam tersebut.

Leave a Comment

Related Post