Di Basis Terakhir, ISIS Kerahkan Bom Mobil


(FILES) In this file photo taken on September 13, 2018 US-backed forces are pictured near the village of Susah in the eastern province of Deir Ezzor, near the Syrian border with Iraq. - The United States is preparing to withdraw its troops from Syria, US media reported December 19, 2018, a major move that throws into question America's role in the region.A US defense official told CNN the US was planning a "full" and "rapid" withdrawal of troops. The Wall Street Journal said the withdrawal would be from northeastern Syria. The Pentagon refused to comment. Currently about 2,000 US forces are in Syria. (Photo by STR / AFP)

Harakatuna.com. Baghouz-Milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengerahkan bom mobil saat berusaha mempertahankan basis terakhirnya di Baghouz, Suriah, dari serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Upaya SDF untuk menguasai desa terkepung terakhir di Suriah timur itu menjadi tonggak bersejarah atas upaya internasional untuk mengusir para jihadis yang membangun kekhalifahan serta menguasai sepertiga Suriah dan Irak pada 2014.

Meski telah mengalami kekalahan utama sejak tahun 2017, ISIS diakui secara luas masih menjadi ancaman keamanan karena memiliki banyak sel-sel tertidur dan beberapa kantong wilayah terpencil.

SDF menyatakan pihaknya telah memperkirakan pertempuran yang menentukan pada Minggu (3/3) setelah maju secara bertahap selama 18 jam untuk menghindari ranjau darat ISIS. Para teroris ISIS menggunakan terowongan bawah tanah untuk melakukan penyergapan lalu menghilang.

Tapi tidak ada tanda-tanda serangan berakhir Minggu sore karena para tentara ISIS, yang diyakini didominasi jihadis asing, melakukan perlawanan sengit dan pasukan SDF dihalangi ranjau darat dan bom-bom mobil.

Para militan ISIS tampak berada di wilayah Baghouz saat baku tembak terjadi dan pasukan SDF menembakkan mortir dan peluru. Pesawat-pesawat perang dari koalisi pimpinan AS terbang di atasnya.

Juru bicara untuk koalisi pimpinan AS menayatakan langkah maju terhambat.

“Teroris ISIS menggunakan rompi bunuh diri dan bom-bom mobil untuk memperlambat serangan SDF dan bersembunyi dari serangan koalisi di wilayah Baghouz,” kata Kolonel Sean Ryan.

 

Baca Juga:  ISIS Pakai Foto Lionel Messi Menangis Darah untuk Ancam Piala Dunia

Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.