Demo Makar Selesai Sholat Jumat


0
189 shares

Tadi malam acara Diskusi Kebangsaan bertajuk “Jangan Suriahkan Indonesia” yang dibikin Alsyam Ikatan Alumni Syam Indonesia

Pembicaranya tidak main-main. Ada duta besar Suriah untuk RI Dr. Ziad Zahredin, dan ada Mufti (Imam Besar) Damaskus, Syekh Adnan (Ulama Sunni Aswaja)

Syekh Adnan membuka diskusi selaku keynote speaker menjelaskan asal muasal perang saudara di Suriah berawal dari politisasi isu agama “rezim anti islam” yang didakwahkan di masjid-masjid.

Lalu dari politisasi masjid meningkat menjadi aksi demo yang dinamakan “Jumat Ghodob” atau Jumat marah, yakni turun ke jalan selesai sholat Jumat, akhirnya mereka mempersenjatai diri jadilah pemberontak.

Dubes Suriah Dr. Ziad menjelaskan siapa di balik aksi demo “Jumat Marah” berujung makar tersebut, yakni koalisi negara-negara Arab Teluk dibeking Amerika dan Israel. Motifnya mengganti rezim Assad yang tidak ramah terhadap Barat.

Terdengar tidak asing? Tentu saja terdengar tidak asing karena itu persis yang sedang dilakukan di sini. Cuma bedanya di Suriah adalah proxy (boneka) Asing sedangkan disini adalah proxy politisi oposisi.

Karena 2019 adalah pertaruhan terakhir bagi kubu oposisi, karena beroposisi 4 tahun telah membuat mereka kering kerontang. Jika Jokowi menang lagi bisa bangkrut massal, maka mereka harus menang jika perlu menghalalkan segala cara.

Menghalalkan segala cara dari menebar HOAX rezim PKI, rezim anti Islam, sampai agitasi bakar amarah akar rumput lewat politisasi isu agama demo aksi berjilid-jilid.

Namun Dubes Dr. Ziad optimis rakyat Indonesia lebih cerdas, tidak mudah ditipu oleh aksi politik bela nasi bungkus berkedok bela agama. Sekali lagi, Jangan Suriahkan Indonesia!

 

Baca Juga:  Demokrasi ala Sahabat Nabi Muhammad SAW

Like it? Share with your friends!

0
189 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.