30.3 C
Jakarta
Array

Delapan Makna Islam dalam Al-Qur’an

Artikel Trending

Delapan Makna Islam dalam Al-Qur’an
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Seiring merebaknya gerakan radikal yang mengatasnamakan Islam dan meyakini kebenaran tunggal, orang Islam bahkan juga non-Islam banyak yang bertanya-tanya: Apakah benar Islam mengajarkan kekarasan? Bukankah Islam agama yang penuh kedamaian? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas sangat beragam (dapat ditinjau dari berbagai aspek atau sudut pandang). Namun satu hal yang tidak boleh ditinggalkan ketika hendak mengkaji Islam adalah mencari akar makna Islam itu sendiri. Dari akar makna Islam yang digali dari Alquran dan hadis itulah, nantinya akan melahirkan pemahaman tentang Islam secara komprehensif.

Jujur diakui bahwa munculnya ajakan kelompok tertentu ini kerapkali mengusik harmoni kehidupan dewasa ini. Ironi semakin tajam ketika kelompok ini seringkali “memperkosa” ayat Alquran untuk dijadikan legitimasi tindakan anarkisnya.

Lazimnya, kelompok ini, dalam memahami teks Alquran, terlihat sangat lucu. Dikatakan demikian karena mereka berusaha mempersempit medan makna Islam sehingga, sekali lagi, pandangan keislaman kelompok ini terlihat begitu lucu dan picik serta tertutup.

Berangkat dari fenomena di atas, pada kesempatan kali ini, kami akan menyajikan makna Islam dalam Alquran. Kata Islam dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar yang tersusun atas huruf sin-lam-mim. Seorang pemikir, Ushfur dalam Al-Qamus Al-Wajiz li Ma’ani Al-Qur’an Al-Karim (dalam Imam Taufiq, 2016:2-3), menyebutkan bahwa kata tersebut memiliki delapan makna.

Pertama, ikhlas. Adapun termnya seperti kata aslim qâla aslamtu (QS. al-Baqarah: 131), a’aslamtum fa in aslamû (Qs. Ali-Imran:20), wa man yuslim wajhahu ilâ Allâh (Qs. Luqman: 22).

Kedua, pernyataan (iqrâr). Hal ini seperti dalam wa lahu aslama (Qs. Ali Imran:83), qûlû aslamnâ (Qs. al-Hujarat: 49), ba’da islâmihim (Qs. Al-Taubah:74).

Ketiga, bermakna “sulh”, antara lain terdapat dalam w ain janahû lissalm (Qs. Al-Anfal: 61), ilaikum as-salâm (Qs. An-Nisa’:90 dan 91).

Keempat, memiliki makna syariat Nabi Saw; udkhulû fi as-silmi kâffah (Al-Baqarah: 208).

Kelima, bermakna sifat Allah swt; assalâm al-mu’min (Qs. Al-Hasy: 23), subul as-salâm (Qs. Al-Maidah: 16), dâr as-salâm (Qs. Al-An’am: 127, Qs. AL-Yunus: 25).

Keenam, memiliki arti “Kebaikan” (al-Khair). Seperti kata wa qul salâm (Qs. Al-Zukhruf: 89), qâlû Salman (Qs. Hud: 69, Qs. Al-Furqan: 63), Salamun ‘alaikum (Qs. Al-An’am: 54, Qs. Al-A’rad: 24, Qs. An-Nahl: 32, Al-Qashash: 55, Qs. Al-Zumar: 73).

Ketujuh, bermakna “Keselamatan dari Keburukan”. Hal ini tercermin dalam bi sâlimin âminîn (Qs. Al-Hud: 48), udkhulûhâ bi salâmin (Qs. Qaf: 34), bardan wa Salman (Qs. Al-Biya’: 69).

Kedelapan, bermakna “Penghormatan (Tahiyyah). Terdapat dalam kalimat buyûtan fa sallimû (Qs. An-Nur: 61) dan salâmun ‘alaikum (Qs. Al-A’raf: 46).

Berdasarkan akar kata Islam dan derivasinya sebagaimana diuraikan di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, damai, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia ( menjaga keselamatan dari keburukan dan lain sebagainya).

Dan dengan demikian jelas bahwa Islam bukan agama teror! Jadi, kalau ada kelompok yang melakukan tindakan radikal dan teror dengan mengatasnamakan Islam, maka patut diajukan sebuah pertanyaan mendasar; Islam mana itu? Wallahu a’lam. (NJ).

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru