28.3 C
Jakarta
Array

PM Abadi: Irak Rebut Kembali Hawija dari ISIS

Artikel Trending

PM Abadi: Irak Rebut Kembali Hawija dari ISIS
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Paris. Pasukan Irak telah merebut kembali kota Hawija dari kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS), kata  Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, Kamis (5/10/2017).

Abadi menyatakan kemenangan itu dalam suatu konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris, dengan menyebutnya sebagai “kemenangan bukan hanya bagi Irak, tetapi juga bagi seluruh dunia.”

Pasukan pemerintah Irak dukungan Amerika Serikat (AS), bersama-sama dengan kelompok-kelompok paramiliter Syiah dukungan Iran yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Rakyat, melancarkan serangan terhadap Hawija, yang dimulai pada 21 September 2017.

Letnan Jenderal Paul Funk, yang memimpin satuan tugas gabungan di Irak, memuji pasukan Irak yang merebut kembali kota itu, sebagaimana dilaporkan VOA Indonesia.

Funk mengatakan, mereka “berjuang dengan gagah berani dan profesional melawan musuh yang brutal dan nekad.”

Menurut siaran pers pasukan itu, pertempuran di sana berlangsung 14 hari dengan lebih dari 1.000 teroris dilaporkan telah menyerah.

Kota di Irak utara itu adalah salah satu kubu pertahanan terakhir ISIS, yang kini hanya menguasai bagian-bagian kecil wilayah Irak di dekat perbatasan dengan Suriah.

Kelompok ini juga masih mempertahankan kekuasaan atas beberapa kota di provinsi Anbar, Irak barat.

Pasukan Irak telah merebut kembali hampir semua wilayah yang dulu dikuasai ISIS, termasuk Mosul, kota terbesar ke-dua di Irak, yang ditaklukkan pada Juni 2017.

Sedangkan BBC Indonesia melaporkan, militer Irak pada Rabu (4/10/2017) mengklaim telah membunuh 196 militan ISIS dan merebut 98 desa di sekitar Hawija.

PBB mengatakan 78.000 warga sipil masih terperangkap di Hawija. Menurut militer Irak, milisi ISIS mencegah masyarakat meninggalkan kota dan besar kemungkinan menempatkan ranjau di seantero kota.

Data PBB menunjukkan sekitar 12.500 orang mengungsi sejak operasi militer dimulai pekan lalu. Angka pasti warga sipil yang telah kabur selama beberapa hari terakhir belum diketahui.

Kompas.com

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru