BNPT: Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Jadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

27/06/2026

3
Min Read

Harakatuna.com. Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan bahwa generasi muda Indonesia, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, merupakan aset strategis bangsa sekaligus garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BNPT, Eddy Hartono, saat memberikan arahan strategis secara virtual dalam kegiatan Sekolah Kader Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka), Jumat (19/6).

Menurut Eddy, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, mereka harus dibekali integritas, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap Tanah Air agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai perdamaian. “Kami harapkan menjadi agen perubahan dalam mencegah penyebaran ideologi kekerasan,” ujar Eddy.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik global saat ini berlangsung sangat dinamis dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari stabilitas ekonomi, politik, hingga keamanan internasional.

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian BNPT bersama berbagai negara mitra adalah pergeseran episentrum ancaman terorisme global. Menurutnya, meskipun struktur organisasi kelompok-kelompok teror melemah, ideologi dan pengaruhnya masih tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai.

“Terorisme yang sebelumnya berpusat di Timur Tengah kini mengalami pergeseran pola. Walaupun secara struktur organisasi mereka melemah, secara ideologi dan pengaruh ancaman tersebut masih nyata,” katanya.

Eddy menjelaskan, kelompok teror kini semakin adaptif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Berbagai platform digital digunakan untuk menyebarkan propaganda, merekrut anggota baru, hingga memperluas jaringan lintas negara.

BACA JUGA  Wali Kota Jakpus Ingatkan Bahaya Radikalisme bagi Pelajar

Karena itu, ia mengajak para mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjadi duta perdamaian yang mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global.

Arahan Kepala BNPT tersebut mendapat apresiasi dari peserta kegiatan. Salah seorang perwakilan PPIDK Timtengka, Fhalih Habib, menilai materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan, khususnya bagi pelajar Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

“Kawasan kita, Timur Tengah dan Afrika, sarat dengan dinamika konflik geopolitik sehingga tantangan terhadap stabilitas politik dan nasional telah menjadi ujian nyata bagi kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesan Kepala BNPT menjadi pengingat bahwa generasi muda tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kesadaran kebangsaan, menjauhi paham radikalisme dan terorisme, serta siap menjadi agen perubahan bagi bangsa.

Kegiatan Sekolah Kader PPIDK Timtengka merupakan bagian dari upaya BNPT memperkuat ketahanan ideologi sekaligus meningkatkan kewaspadaan generasi muda Indonesia, termasuk diaspora dan mahasiswa di luar negeri, terhadap ancaman radikalisme dan terorisme yang terus berkembang.

PPIDK Timtengka sendiri merupakan organisasi nirlaba yang mewadahi pelajar Indonesia di 19 negara kawasan Timur Tengah dan Afrika. Organisasi yang berafiliasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia tersebut aktif menyelenggarakan berbagai program pengembangan kapasitas, seperti simposium kawasan, konferensi pelajar, hingga lokakarya tematik bagi mahasiswa Indonesia di berbagai negara.

Leave a Comment

Related Post