26.4 C
Jakarta

Bisakah Kita Merangkap Sebagai Mahasiswa, Aktivis Sekaligus Penulis?

Artikel Trending

KhazanahLiterasiBisakah Kita Merangkap Sebagai Mahasiswa, Aktivis Sekaligus Penulis?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Menulis dan Aktivis menjadi dua kata yang mungkin sedikit dan kebanyakan terngiang di telinga dan pikiran mahasiswa, kebanyakan mahasiswa setelah berhasil masuk kedalam sebuah perguruan tinggi akan mencoba menjadi seorang aktivis kampus entah lewat cara lobby kesana-kemari, demo sana-sini hingga mengikuti organisasi eksternal kampus.

Setiap mahasiswa memiliki caranya untuk menjadi seorang aktivis, tetapi pernahkah kakak, adik dan sahabat-sahabat sesama mahasiswa, berpikir untuk menjadi aktivis lewat kegiatan menulis? Mungkin sebagian akan menjawab mungkin atau tidak sama sekali! Karena kembali ke pemikiran awal dari masing-masing mahasiswa, “mahasiswa selalu mempunyai cara untuk menjadi aktivis tergantung cara pandang masing-masing mahasiswa”. Pikir saya ya ini sahabat.

Teringat sebuah memori penulis yang saat pertama kali masuk perguruan tinggi langsung ikut aksi atau lebih heboh dikenal dengan demo, sebuah memori mendebarkan, menegangkan dan pastinya tak terlupakan. Tetapi bukan hal itu yang ingin saya ceritakan, akan tetapi daripada itu, ada satu hal yang perlu dicoba oleh sahabat-sahabat sesama mahasiswa untuk menjadi aktivis lewat menulis.

Menulis menjadi sebuah media ampuh menyampaikan kritik, solusi hingga gagasan menarik lainnya untuk mengkritisi sebuah fenomena yang ada. Lewat tulisan pula kita dapat menyalurkan amarah, kekecewaan hingga kebahagiaan untuk diungkapkan kepada khalayak ramai. Ide kita yang termuat dalam media massa tak akan basi ditinggal jejak digital.

Nama kita akan terbranding dengan berjalannya waktu sehingga pada masa tertentu, apa yang pernah menjadi ide yang kita gaungkan akan abadi dan dapat mengubah suatu fenomena, golongan dan kaum yang ada. Cobalah manfaatkan apa yang selama ini kita timba di kampus saat menjadi mahasiswa seperti sekarang ini, banyak pengetahuan entah bersifat ilmiah hingga sastra pun dapat kita tuangkan dalam tulisan.

Banyak tema yang bisa kita angkat entah politik, pendidikan, budaya dan isu lainnya yang dapat kita angkat sebagai dalam tulisan kita yang perlu kita kritisi dengan memberikan berbagai solusi. Selain menjadi aktivis lewat menulis pula menulis akan membantu sahabat-sahabat mahasiswa dalam tugas akhirnya seperti penyusunan skripsi maupun penyusunan karya ilmiah, populer dan sastra. Coba pikirkan!

Puncak Membaca Adalah Menulis

Suatu pengetahuan, wawasan maupun gagasan tak datang dengan sendirinya, tetapi lewat memperluas bacaan dari berbagai buku entah bersifat cetak maupun digital inilah, maka akan semakin menstimulus pemikiran sahabat-sahabat mahasiswa dengan berbagai referensi yang dapat menjadi rangsangan untuk menciptakan gagasan maupun mengembangkan dan memperbarui suatu gagasan atau ide-ide lama dengan ide-ide yang baru.

BACA JUGA  Enam Hal Penting yang Anda Dapat dari Menulis di Media Online

Buku dapat menjadi teman setia yang berisi hal, yang kadang belum tentu diketahui oleh segenap manusia terutama calon penulis. Buku dapat menjadi pemecah masalah karena dapat diartikan buku menjadi wadah solusi atas ribuan masalah. Sebagai penulis terutama pemula kita haruslah sadar, atas keterpurukan, kesulitan untuk menciptakan maupun mengembangkan sebuah gagasan karena masihnya dilandasi dengan sumber yang minim.

Membaca menjadi langkah awal konsep literasi untuk memahami, merefleksikan, menerapkan, dan mengevaluasi dari sekian teks atau bacaan yang kita baca sebagai pembentukan pemikiran untuk pemecahan atas ribuan masalah. Memabaca pula dapat meningkatkan kapasitas diri dan dapat pula menjadi kegiatan produktif diri seorang calon penulis dan pastinya sebelum menjadi aktivis lewat menulis.

Kita runut sejarah hingga era milenial saat ini, banyak tokoh hebat seperti Ir. Sukarno, Mahbub Djunaedi, Emha Ainun Najib, Andrea Hirata dan masih banyak lagi dapat dikenal dan memberikan sumbangsih karya yang dapat dinikmati dari segi apapun lewat tulisan yang mereka tuangkan. Berapa banyak asas manfaat yang mereka tularkan kepada khalayak ramai yang membaca karyanya yang dapat mempengaruhi maupun menstimulant pemikiran dari segenap pembacanya.

Baca Tulisanmu dan Tulis Bacaanmu

Baca tulisanmu dan tulis bacaanmu! merupakan ungkapan dari Hamidulloh Ibda dalam bukunya Sing Penting Nulis Terus, dimana beliau mengungkapkan puncak dari kegiatan membaca adalah menulis. Begitu pula puncak dari menulis adalah membaca beliau menganalogikan antara kegiatan membaca dan menulis seperti seorang suami isteri yang saling melengkapi.

Dapat kita tarik kesimpulan dari pendapat Hamidulloh Ibda di atas, bahwasanya dengan membaca maka akan menumbuhkan kecintaan akan budaya membaca itu sendiri, yang akan berkesinambungan hingga berlanjut kepada tahap menulis. Menulis inilah yang nantinya akan lengkap atau pun kurang lengkap saat penuangan setiap huruf yang dirangkai dalam kalimat dapat menjadi satu kepaduan yang ciamik.

Menulis terutama dengan tujuan publikasi di media massa maupun cetak menuntut segenap penulis untuk menciptakan tulisan yang indah, ciamik dan memberikan pengetahuan dalam konsep literasi. Semakin banyak buku yang kita baca, maka akan menciptakan konsep tulisan yang segar dan akan mengakar pada ingatan. Sehingga nantinya dapat menjadi sebuah tulisan yang memuat banyak gagasan menarik guna mengkritisi sebuah fenomena yang ada.

Selamat menjadi aktivis lewat menulis!

Hilal Mulki Putra
Hilal Mulki Putra
Bernama Hilal Mulki Putra, lahir pada 10 Juni 2020, pernah nyantri di Pondok Pesantren Chasanah Tlogopucang (2013-2016) asuhan KH. Abdul Jalil kemudian melanjutkan nyantri kembali di Pondok Pesantren Sunan Plumbon Krajan, Tembarak Temanggung (2016-2019) asuhan KH. M. Abdul Hakim Cholil, S.Ag. Saat ini penulis merupakan seorang mahasiswa di Institut Agama Islam Nahdhatul Ulama (INISNU) Temanggung dan aktif sebagai tenaga wiyata kependidikan di MI Ma’arif 2 Tlogopucang. Di sela-sela kesibukan aktif menulis berbagai jenis artikel di beberapa media.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru