Ayat-Ayat Puasa Dalam Al-Quran (6)


إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Muslim laki-laki perempuan yang tunduk menyerahkan diri mereka, Mukmin laki-laki perempuan yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, orang-orang taat laki-laki perempuan yang menjalankan perintah dan meninggalkan larangan, orang-orang laki-laki perempuan yang jujur dalam ucapan dan perbuatan maupun niat, orang-orang laki-laki perempuan yang sabar menahan beban di jalan Allah, orang-orang laki-laki perempuan yang khusyuk rendah hati, orang-orang bersedekah laki-laki perempuan dengan harta mereka bagi yang berkebutuhan, orang-orang laki-laki perempuan berpuasa baik puasa wajib maupun sunah, orang-orang yang menjaga kemaluannya baik laki-laki maupun perempuan dari yang tidak halal, orang-orang laki-laki perempuan yang banyak berzikir untuk mengingat Allah swt dengan lisan serta hati mereka, Allah swt akan menyiapkan bagi mereka ampunan dosa serta kesalahan dan pahala yang agung atas amal mereka. QS al-Ahzab [33]: 35

Sejatinya ayat ini tidak secara khusus membahas tentang puasa. Namun secara tidak langsung ada keterkaitan yang cukup kuat antara masing-masing sifat yang disebutkan ayat sebagai ciri hakikat orang yang berpuasa. Berikut sembilan sifat yang selayaknya ditemukan pada diri seseorang yang sedang berpuasa disebutkan berurutan sesuai tingkat keterkaitannya;   

Pertama, menjaga kemaluan. Salah satu yang membatalkan puasa adalah akibat gagal menjaga kemaluan, yakni berhubungan suami isteri dan keluar mani dengan sengaja. Sehingga seseorang yang tidak mampu menjaga kemaluan secara otomatis ia tidak berpuasa. Oleh karenanya pada ayat di atas, bagian sifat ini (orang yang menjaga kemaluan) disebutkan setelah orang yang berpuasa.

Baca Juga:  Saatnya Santri Mengebom Dunia Maya dengan Tulisan

Kedua, bersedekah. Berbagi dengan puasa punya kaitan yang cukup erat. Orang yang puasa secara hakiki tentunya akan lebih mudah untuk berbagi. Tidak sulit baginya untuk mementingkan sesamanya terutama dalam makan dan minum. Selanjutnya di akhir Ramadan orang berpuasa dikenai kewajiban untuk menunaikan zakat yang notabene adalah sedekah yang wajib. Oleh karena itu bagian sifat ini (orang yang bersedekah) disebutkan sebelum orang yang berpuasa.

Ketiga, berzikir. Saat berpuasa merupakan kondisi termudah dan teringan bagi manusia untuk menjalankan ibadah-ibadah lainnya salah satunya adalah berzikir. Apalagi dalam satu riwayat al-Baihaqi meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa diamnya orang puasa dinilai sebagai tasbih (zikir subhânallâh).

Keempat, khusyuk. Asal makna khusyuk adalah tenang. Berpuasa dapat menjadikan diri seseorang semakin tenang. Di saat yang lain disibukkan dengan keperluan mengisi perut, orang berpuasa selalu tenang hingga saatnya berbuka. Khusyuk juga berarti tunduk dan rendah. Puasa bisa mengingatkan akan kelemahan manusia tanpa nikmat dan rezeki-Nya. Sehingga rasa rendah hati lambat laun akan terbangun dalam jiwa.

Kelima, sabar. Asal puasa adalah menahan. Begitu halnya dengan sabar yang asal maknanya adalah menahan. Sehingga hakikat puasa adalah sabar. Tanpa sabar puasa tak akan terlaksana.

Keenam, jujur. Puasa dan jujur adalah dua hal yang tidak dipisahkan. Tanpa kejujuran orang akan mudah mengaku-ngaku dirinya berpuasa. Bahkan siapapun yang berpuasa namun berbohong bisa dipastikan (pahala) puasanya akan batal (HR. Abu Dawud).

Ketujuh, taat.  Kedelapan, Iman. Kesembilan, Islam. Ketiga sifat terakhir merupakan pondasi awal dijalankannya puasa. Tanpa ketiganya kesadaran berpuasa tidak akan ditemukan. Akhirnya puasa merupakan jembatan untuk menjadi insan kamil yang dekat dengan Allah swt dan semua makhluk-Nya. Wallahu Aʻlam [Ali Fitriana]

Baca Juga:  Sembilan Alasan Arafah Jadi Hari Mulia

 

 

 


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.