Harakatuna.com. Filipina — Empat anggota Citizens Armed Forces Geographical Unit (CAFGU) dilaporkan terluka setelah kelompok bersenjata yang merupakan sisa jaringan Dawlah Islamiya melancarkan serangan bersenjata di wilayah Datu Hoffer, Maguindanao del Sur, Filipona sebelum fajar waktu setempat pada Senin (27/4/2026).
Pejabat pemerintah daerah, aparat militer, dan kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa dua serangan terpisah tersebut menargetkan pos penjagaan milisi di pinggir jalan. Menurut keterangan aparat, serangan ini diduga merupakan aksi balasan atas tewasnya tiga anggota Dawlah Islamiya dalam kontak senjata dengan pasukan militer pada Minggu (26/4/2026) pagi di wilayah terpencil Barangay Tuayan Mother.
Juru Bicara Divisi Infanteri ke-6, Ronald Suscano, menjelaskan bahwa tiga anggota milisi terluka ketika kelompok bersenjata menembaki pos Gogo Army-CAFGU menggunakan senapan serbu sebelum melarikan diri. “Laporan dari warga menyebutkan bahwa dua serangan terhadap pos layanan masyarakat kami ini merupakan aksi balasan atas tewasnya tiga teroris dalam pertempuran dengan pasukan kami sebelumnya,” ujarnya.
Dalam insiden terpisah di kawasan Labo-Labo, satu anggota CAFGU lainnya juga mengalami luka tembak setelah kelompok yang sama menyerang pos penjagaan mereka. Keempat korban langsung dievakuasi oleh tim darurat ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, pejabat daerah dan tokoh masyarakat Moro yang mendukung operasi gabungan militer dan kepolisian mengungkapkan bahwa tiga anggota Dawlah Islamiya yang tewas sebelumnya diketahui bernama Rasul Beduh Moksim, Salik Anding Bona, dan Mohammad Alikhan Sendig.
Ketiganya disebut sebagai perakit bahan peledak rakitan (IED) yang dapat diledakkan dari jarak jauh menggunakan telepon seluler. Warga juga melaporkan bahwa ketiga individu tersebut diduga terlibat dalam penyergapan pada 28 Maret lalu di Shariff Aguak yang menewaskan lima anggota polisi dan melukai tiga lainnya.
Pertempuran yang menewaskan ketiga anggota kelompok tersebut terjadi saat pasukan militer merespons keluhan warga mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang diduga melakukan pemerasan dengan meminta uang dan beras secara paksa.
Aparat keamanan menegaskan bahwa operasi penindakan terhadap kelompok teroris di wilayah Maguindanao del Sur akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
















Leave a Comment