26.3 C
Jakarta
Array

3 Cara Mengetahui Asbab Al-Wurud

Artikel Trending

3 Cara Mengetahui Asbab Al-Wurud
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Untuk mengetahui asbab wurudnya sebuah hadis, Imam as Suyuthi merumuskannya menjadi tiga kategori yaitu 1) sebab yang berupa ayat Al-Quran, 2) sebab yang berupa hadits itu sendiri, 3) sebab yang berupa sesuatu yang berkaitan dengan para pendengar dikalangan sahabat.

Pertama, sebab yang berupa ayat Al-Quran

Ayat-ayat al Quran dapat menjadi sebab Rasulullah mengeluarkan sabdanya. Adakalanya Pesan Tuhan yang masih umum diwahyukan pada Muhammad SAW pada waktu tertentu membutuhkan penafsiran yang lebih spesifik melalui pengamalan Nabi yang berupa hadis. Maka dalam studi Al Quran ada disiplin metode penafsiran penafsiran Al Quran dengan hadis. Hal ini untuk memberikan penjabaran yang rinci. Jadi, salah satu objek yg menjadikan hadis itu muncul adalah Firman Allah. Sebagai contoh ketika Allah berfirman pada surat al An’am ayat 82: “Orang-orang beriman yang tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kezholiman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan merekalah yang diberi petunjuk.“. kemudian terjadi perselisihan sahabat nabi yang mempersalahkan apa yang dimaksud dengan kata dhulmun (kezholiman) pada ayat tersebut. Ada yang mengartikannya dengan al-jaur (aniaya) dan mujawatul hadd (melanggar aturan). Singkat cerita Nabi mengeluarkan sabdanya bahwa yang dimaksud oleh kata tersebut adalah as-syirk (menyekutukan Tuhan) seperti yang tertera pada surat Luqman ayat 13: “Sesungguhnya syirik (menyekutukan Allah) sungguh merupakan kezholiman yang paling besar.”.

Kedua, sebab yang berupa hadits itu sendiri

Adapula objek yang menjadi sebab munculnya hadis adalah berupa hadis itu sendiri. Sebagian sahabat saat mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami apa yang disampaikan Rasulullah SAW, maka kemudian hadis lain muncul dalam rangka memberikan penjelasan terhadap hadis yang belum dipahami sahabat tadi. Tentunya penjelasan hadis berikutnya lebih spesifik dan memberikan penjelasan yang bisa ditangkap oleh para pendengar.

Dalam menjelajahi hadis, kadang asbab wurud terdapat pada hadis itu sendiri. Atau bias juga terdapat pada hadis lain, karena tidak semua hadis nabi mengandung asbab wurud.

Ketiga, sebab yang berupa sesuatu yang berkaitan dengan para pendengar di kalangan sahabat.

Demikian pula dengan kalangan para sahabat. Saat mereka mempunyai permasalahan dalam kehidupan masyarakat dan beragama. Lantas kemudian menghadap kepada Rasulullah SAW mencari duduk persoalan dan sebuah solusi. Maka apa yang dijawab Rasul dapat berupa hadis untuk memberikan solusi dari permasalahan sahabat.

Dari kesemua objek yang terdapat pada asbab wurud hadis, dapat ditarik kesimpulan bahwa asbab wurud atau sebab dikeluarkannya sebuah hadis dikarenakan beberapa pemicu. [n].

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru