Semangat Umat Hindu di Jakarta Perkuat Toleransi jadi Sorotan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/06/2026

3
Min Read

Haraktuna.com. Jakarta — Semangat gotong royong dan toleransi mewarnai kegiatan Kanwil Menyapa Umat yang digelar di Pura Mustika Dharma, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung menjelang rangkaian perayaan Hari Raya Galungan tersebut menjadi ruang kebersamaan umat Hindu sekaligus simbol penguatan kerukunan antarumat beragama di Ibu Kota.

Ratusan umat Hindu dari wilayah Jabodetabek tampak terlibat dalam berbagai persiapan upacara keagamaan, mulai dari merangkai janur, menyiapkan banten, hingga menyusun kebutuhan ritual untuk pelaksanaan Odalan dan Hari Raya Galungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, Adib, bersama jajaran Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan sinergi dengan umat beragama di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Letnan Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang dinilai menunjukkan perhatian terhadap kehidupan keagamaan umat Hindu di Jakarta, khususnya di kawasan Cijantung dan sekitarnya. “Kakanwil Menyapa ini adalah bentuk komitmen beliau. Kehadiran beliau menunjukkan kepedulian kepada umat yang ada di DKI Jakarta. Hari ini beliau meluangkan waktu untuk hadir menyapa umat Hindu di Pura Mustika Dharma,” ujar I Nyoman Cantiasa.

Ia menjelaskan bahwa gotong royong yang dilakukan umat bukan sekadar persiapan teknis pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk pengamalan nilai kebersamaan dan pengabdian terhadap ajaran agama. “Bapak Kakanwil dapat melihat langsung bagaimana umat bergotong royong, merangkai janur, menyiapkan banten, dan mempersiapkan rangkaian upacara. Semua ini dilakukan karena rasa cinta, kepedulian, dan tanggung jawab untuk menjaga ajaran agama Hindu,” katanya.

Menurut Nyoman, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukatif karena menjadi sarana pewarisan nilai kepada generasi muda. Anak-anak dan remaja dapat menyaksikan secara langsung bagaimana budaya gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab dijaga secara turun-temurun. “Di sini juga tampak adanya transfer nilai kepada generasi muda. Mereka melihat orang tua dan tokoh umat bekerja bersama dalam menjaga agama, budaya, dan tradisi,” ucapnya.

BACA JUGA  Perempuan jadi Kunci Sukses Koperasi Merah Putih

Lebih lanjut, Nyoman menyoroti tema kegiatan yang mengangkat semangat sinergi dan kolaborasi antarumat beragama dalam menyongsong lima abad Jakarta. Menurutnya, keberagaman menjadi kekuatan ketika dijalankan melalui semangat saling menghormati.

“Sinergi berarti kita berjalan beriringan dalam perbedaan. Kolaborasi berarti kita bersama-sama mewujudkan persaudaraan, menjaga toleransi, moderasi beragama, gotong royong, dan persatuan bangsa,” jelasnya.

Ia menilai kehadiran Kementerian Agama memiliki peran penting sebagai jembatan yang memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat lintas agama. “Beliau hadir untuk menjembatani kita dalam meningkatkan kerukunan, nilai toleransi, moderasi beragama, gotong royong, dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, mengatakan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan umat Hindu di Pura Mustika Dharma menjadi contoh nyata bagaimana aktivitas keagamaan dapat memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. “Gotong royong ini tidak semata-mata mempersiapkan upacara keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, saling mengenal, dan saling memberikan dukungan. Ini tentu menguatkan kita sebagai sebuah bangsa,” ujar Adib di hadapan ratusan umat Hindu dari wilayah Jabodetabek.

Adib juga mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga kerukunan sebagai fondasi pembangunan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai budaya dan keberagaman. “Jakarta tidak mungkin membangun seperti sekarang tanpa kontribusi umat beragama, termasuk umat Hindu yang ada di Jakarta. Kontribusi Bapak dan Ibu semua sangat penting bagi terbangunnya Jakarta sebagai kota global berbudaya,” pungkasnya.

Kegiatan Kanwil Menyapa Umat di Pura Mustika Dharma pun menjadi momentum memperkuat persaudaraan lintas agama sekaligus menegaskan bahwa nilai gotong royong dan toleransi tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Jakarta.

Leave a Comment

Related Post