Serangan Israel Lumpuhkan Hampir Seluruh Rumah Sakit di Rafah

Ahmad Fairozi, M.Hum.

25/07/2026

2
Min Read
Serangan Israel Lumpuhkan Hampir Seluruh Rumah Sakit di Rafah

Harakatuna.com. Gaza – Sistem layanan kesehatan di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, dilaporkan berada di ambang kolaps setelah serangan militer Israel melumpuhkan hampir seluruh rumah sakit di wilayah tersebut. Hingga kini, hanya Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan yang masih berupaya memberikan pelayanan kepada pasien di tengah situasi yang semakin kritis.

Sejumlah sumber medis di Gaza menyebutkan bahwa Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan di Rafah yang masih bertahan beroperasi, meski menghadapi keterbatasan akibat serangan yang terus berlangsung. Menurut sumber tersebut, sejak dimulainya operasi militer Israel di Kota Rafah, sedikitnya enam rumah sakit terpaksa menghentikan layanan karena mengalami kerusakan akibat gempuran. Serangan yang menyasar fasilitas kesehatan itu dinilai semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

“Rumah Sakit Bersalin Tal Al-Sultan menjadi satu-satunya rumah sakit di Rafah yang masih berjuang untuk tetap beroperasi dan melayani pasien,” demikian keterangan sumber medis setempat.

Beberapa fasilitas kesehatan yang dilaporkan tidak lagi beroperasi antara lain Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar, Klinik Pusat Abu Al-Walid, Rumah Sakit Darurat Rafah, Rumah Sakit Khusus Kuwait, Rumah Sakit Indonesia, serta Klinik Tal Al-Sultan.

BACA JUGA  Indonesia Dorong Kerja Sama Regional Hadapi Ancaman Terorisme Digital di Forum Bangkok

Akibat serangan tersebut, sejumlah bangunan rumah sakit dan pusat layanan kesehatan mengalami kerusakan berat. Selain itu, beberapa tenaga medis dilaporkan tewas, sementara warga sipil menghadapi kesulitan besar untuk memperoleh layanan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan medis akibat konflik.

Lumpuhnya fasilitas kesehatan juga memperburuk situasi kemanusiaan di Rafah. Ribuan warga yang membutuhkan perawatan medis kini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, sementara rumah sakit yang masih beroperasi harus bekerja di bawah tekanan dengan sumber daya yang semakin terbatas.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah organisasi kemanusiaan internasional telah berulang kali memperingatkan potensi memburuknya sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko serangan yang dapat mengancam fasilitas kesehatan maupun keselamatan tenaga medis yang bertugas di wilayah konflik.

Leave a Comment

Related Post