Prabowo Menangkan Pemungutan Suara di ‘Markas ISIS’


0
2 shares

Hakarakatuna.com. Jakarta-Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menang dalam pemungutan suara Pemilihan Umum 2019 yang diselenggarakan di Suriah, tempat kelompok militan ISIS bercokol.

Kemenangan ini terungkap dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dirilis Ketua Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN), Wajid Fauzi, pada Rabu (17/4) sore.

Dalam rangkuman hasil tersebut, Prabowo terlihat mengalahkan paslon rivalnya, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dengan perolehan 83 suara.

Jokowi sebagai calon petahana hanya memperoleh 48 suara. Sementara itu, tujuh suara dianggap tidak sah.

Selama ini, Suriah dikenal sebagai salah satu markas besar kekhilafahan ISIS. Banyak militan asing sengaja meninggalkan kampung halamannya demi bergabung dengan ISIS di Suriah, termasuk dari Indonesia.

Namun kini, ISIS dilaporkan mulai kehilangan kendalinya atas sebagian besar wilayah kekuasaannya di Suriah akibat gempuran besar-besaran koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Selain di Suriah, Prabowo juga terpantau unggul sementara di Islamabad, Karachi, Khartoum, dan Tripoli. Namun, penghitungan suara di daerah-daerah itu belum final.

Sementara itu, Jokowi unggul di tempat pemungutan suara luar negeri lainnya, termasuk Beijing, Moskow, Pyongyang, dan Melbourne.

Dalam pemilihan di Indonesia yang dihelat hari ini, Jokowi juga terpantau unggul. Merujuk pada hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Jokowi unggul dengan suara di atas 50 persen.

Sumber: CNN

Baca Juga:  Tiga Hal Rapuhnya Konsep Khilafah

Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.