Mengoreksi Shalat Kita Sehari-Hari


Shalat merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat merupakan perintah Allah Swt. yang disampaikan kepada Nabi Muhammad untuk senantiasa dilakukan sebagai kewajiban hamba Tuhan. Hakikat Shalat itu sendiri adalah ketika manusia mengangkat tangannya dan mengucapkan lafadz Allahu Akbar, betapa besar nikmat Tuhan dan betapa sempurna ciptaan Allah, dunia beserta isinya.

Shalat adalah bentuk dari kepasrahan manusia atas segala perbuatan baik dan buruknya. Shalat merupakan fondasi diri untuk menjalankan hidup di dunia. Tanpa shalat, manusia tidak ada artinya jalan menuju terang dan akan terus berjalan menjuju jalan gelap.

Tanpa disadari, shalat adalah jalan manusia menuju kesempurnaan. Dengan shalat, manusia akan diingatkan betapa dahsyatnya azab yang pedih dari Allah pada akhir zaman nanti, ketika manusia binasa dan digiring ke Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan segala amal dan perbuatan yang dilakukan selama di dunia. Barang siapa menjaga shalatnya tetap mamksimal, maka ia telah menjaga agamanya. Barang siapa menyia-nyiakan shalatnya, maka ia telah menyia-nyiakan agamanya.

Allah mewajibkan kita mengerjakan shalat sebanyak lima kali dalam sehari. Akan tetapi, setiap pelaksanaan dan praktik mengenai shalat, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yang mengikuti aturan yang sudah diperintahkan oleh Rasulullah Saw., tetapi ada juga yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Nabi Muhammad. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk mengingatkan pembaca tentang kesalahan-kesalahan dalam shalat yang melenceng dari ajaran Rasul.

Shalat yang kita lakukan setiap hari, belum tentu sempurna dan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi. Terkadang, kita tidak menyadari bahwa, shalat yang kita lakukan tidak sah, atau keliru. Maka, dari itu kita harus banyak mengkoreksi shalat kita sendiri, jangan biarkan shalat kita tidak sah karena hal kecil atau hal besar yang tidak kita sadari.

Baca Juga:  Menyoal Ideologi Khilafah

Paparan dalam buku ini sangat simpel dan padat. Saya menggolongkannya menjadi dua bagian: a. Hal yang dapat membatalkan shalat b. Hal yang dapat mengganggu kekhusukan orang lain ketika shalat bersama kita.

Untuk mengerjakan shalat, kita diwajibkan untuk melakukan niat. Sebuah ibadah yang tidak didahului oleh niat yang benar akan mempengaruhi sah dan tidaknya sebuah ibadah, begitu pun niat dalam melaksanakan shalat.

Banyak dari kita yang ketika membaca niat selalu dilafazhkan dan dibarengi dengan takbiratul ihram. Padahal sebenarnya, niat shalat itu harus dibaca di dalam hati, kemudian melafazhkan takbiratul ihram dengan durasi, tidak melebihi dua ketukan (hlm.11).

Kesalahan dalam niat di atas seakan sepele namun tanpa terasa banyak dari kita yang melakukannya.

Berdiam sejenak (tumakninah) adalah berdiam sejenak untuk menenangkan diri dan memisahkan rukun sebelumnya dan rukun setelah tumakninah. Sering kita temui di sekitar kita bahwa, banyak saudara-saudara kita yang melakukan shalat dengan tergesa-gesa tanpa tumakninah. Secara otomatis, shalat orang tanpa tumakninah adalah tidak sah karena sudah meninggalkan salah satu rukun shalat (hlm.30).

Buku ini mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati dalam mengerjakan shalat, karena terkadang shalat kita tidak sah atau makruh hanya karena hal kecil dan tidak kita sadari.

Selain pembahasan hal yang dapat membatalkan shalat, kita juga diingatkan untuk tidak menggangu konsentrasi shalat orang lain. Ketika konsentrasi shalat seseorang terganggu, sangat potesial shalatnya tidak dapat dihayati dan hilang rasa penghambaannya kepada Tuhan saat shalat.

Kita ambil contoh dari pakaian. Seorang muslim yang hendak melakukan shalat dapat mengenakan pakaian apa saja, asalkan menutup aurat. Buku ini mempunyai perspektif berbeda tentang pakaian seorang muslim yang hendak melaksanakan shalat. Sarannya, kita dianjurkan untuk tidak mengenakan pakaian yang bergambar atau tulisan, karena pakaian tersebut dapat mengaggu konsentrasi orang sekitar (hlm.150).

Baca Juga:  Geliat Ustad Karbitan

Buku ini adalah bacaan ringan namun sangat penting bagi seorang muslim, agar tercapainya kesempurnaan dalam melaksanakan rukun Islam yang kedua, yaitu shalat. Dengan hadirnya buku ini, kita dapat membaca dan  merenungkan apakah shalat kita sudah seperti yang Rasulullah ajarkan. Selamat membaca!

Judul Buku : Koreksi Lengkap Kesalahan-Kesalahan Seputar Shalat

Penulis : Muhammad Robith

Penerbit : Noktah

Tahun Terbit : Cetakan pertama, 2019

Tebal : 284 Halaman

ISBN :  978-602-5781-50-6

Peresensi : Bagis Syarof, penulis di Garawiksa Institute Yogyakarta.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.