Masalah Nasab Taqiyuddin an-Nabhani Pendiri Hizbut Tahrir

Ayik Heriansyah

03/05/2026

4
Min Read
Taqiyuddin

Harakatuna.com – Masalah nasab dalam Islam merupakan persoalan penting. Sebab, nasab berhubungan dengan ajaran Islam seperti nafkah, pengasuhan, perkawinan, perwalian, dan pewarisan. Apalagi bagi bangsa Arab, urusan nasab sangat diperhatikan. Nasab seseorang harus benar-benar clear and clean agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Apalagi nasab seorang ulama seperti Taqiyuddin an-Nabhani. Silsilah nasab Taqiyuddin an-Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir, perlu diungkap untuk kemudian diteliti lebih lanjut karena beliau ditasbih sebagai mujtahid mutlaq oleh para aktivis Hizbut Tahrir di seluruh dunia. Derajatnya selevel dengan empat imam madzhab sunni yaitu Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali.

Nasab Taqiyuddin an-Nabhani penting untuk dibahas sehubungan dengan kecenderungan aktivis Hizbut Tahrir di Indonesia (HTI) menisbatkan Taqiyuddin an-Nabhani dengan Syaikh Yusuf an-Nabhani. Syaikh Yusuf an-Nabhani ulama yang populer di kalangan pesantren di Nusantara karena kitab-kitabnya menjadi kajian para kiai dan santri. Menurut aktivis HTI, Taqiyuddin an-Nabhani adalah cucu Syaikh Yusuf an-Nabhani dari jalur ibu.

Untuk membahasnya harus merujuk kepada kitab-kitab yang ditulis oleh ulama tentang klan Nabhani. Ada 2 kitab otorotatif membahas silsilah klan Nabhani yaitu:
1.⁠ ⁠Kitab Umān fī ʻahd Banī Nabhān Fi Nahiyati Ilmil Ansab Wal Qabilatin Nabhan (Oman pada Masa Bani Nabhan Perspektif Ilmu Nasab dan Qabilah Bani Nabhan). Ditulis oleh Muhammad bin Yusuf An-Nabhani. Isinya menceritakan Perkembangan Nasab dan Genetika Bani Nabhan di Oman. Yang mengisahkan bahwa Keturunan Bani Nabhan sangat Sedikit, dan melalui Jalur tunggal Muhammad bin Yusuf An-Nabhani, yang kemudian berkembang ke berbagai negara.

2.⁠ ⁠Kitab Umān fī ʻahd Banī Nabhān Fit Tarikh Wa Siyasah Bani Nabhan (Oman pada Masa Bani Nabhan Perspektif Sejarah dan Politik) merupakan sebuah karya sejarah akademis yang ditulis oleh Dr. Abdullah bin Nāṣir bin Sulaymān al-Ḥārithī. Kitab ini terbit dalam edisi pertama (al-Ṭabʻah 1) dan merupakan studi sejarah yang komprehensif tentang periode kekuasaan Dinasti Nabhani di Oman.

Adapun silsilah nasab Taqiyuddin an-Nabhani yang paling lengkap tercantum dalam kitab Hizb at Tahrir, Tsaqafatuhu wa Manhajuhu fi Iqamah Daulah al-Khilafah al-Islamiyah yang ditulis M. Muhsin Rodhi, 2006 (aktivis Hizbut Tahrir Irak), nasab beliau adalah Abu Ibrahim Taqiyuddin Muhammad bin Ibrahim bin Mushthofa bin Ismail bin Yusuf bin Hasan bin Muhammad bin Nasiruddin an-Nabhani. Silsilah ini merujuk kepada nasyrah (selebaran) resmi Hizbut Tahrir yang berjudul I’lan li Jami’i asy-Syabab tertanggal 11 Shafar 1423 H/13 April 2003.

BACA JUGA  Geopolitik Yaman dan Narasi Anti-Habib

Sedangkan dalam buku Memoar Pejuang Khilafah dan Syariah Biografi Ringkas Tokoh Senior Hizbut Tahrir yang ditulis oleh M. Ali Dodiman, 2018 (aktivis HTI) disebutkan nasab Taqiyuddin an-Nabhani adalah Muhammad Taqiyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani.

Nama Ismail bin Yusuf an-Nabhani perlu diperjelas dan dipertegas karena ada 2 nama “Ismail” yang berkait dengan Syaikh Yusuf an-Nabhani, yaitu:
1) Ismail anak kandung Syaikh Yusuf an-Nabhani yang meninggal dunia waktu masih kecil.
2) Ismail yang menjadi santri dan anak angkat Syaikh Yusuf an-Nabhani.

Syaikh Yusuf An-Nabhani tidak memiliki anak laki-laki yang hidup hingga dewasa, menikah dan punya keturunan kecuali hanya Muhammad bin Yusuf an-Nabhani. Dan juga tidak memiliki anak perempuan. Artinya tidak ada anak lain kecuali hanya dari jalur Muhammad bin Yusuf an-Nabhani.

Jika Taqiyuddin An-Nabhani disinyalir atau diklaim sebagai keturunan Syaikh Yusuf An-Nabhani seharusnya melalui jalur Muhammad bin Yusuf An-Nabhani. Bukan melalui nama lain (Ismail).

Di sinilah ditemukan masalah dari nasab Taqiyuddin an-Nabhani. Disebutkan Taqiyuddin an-Nabhani bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Ismail bin Muhammad Nashiruddin an-Nabhani.

Taqiyuddin an-Nabhani bin Ibrahim ini hanya berhenti sampai Ibrahim saja. Sedangkan Musthafa bin Ismail tidak diketahui asal usulnya. Nasab ke atasnya tidak diketahui sama sekali. Karena Syaikh Yusuf an-Nabhani tidak punya anak kandung yang bernama Ismail yang hidup sampai dewasa, menikah dan punya keturunan.

Ismail yang disebut-sebut dalam kitab-kitab yang ditulis para syabab Hizbut Tahrir adalah Ismail santri dan anak angkat Syaikh Yusuf an-Nabhani. Sehingga tidak dapat diklaim bernasab kepada beliau.

Masalah selanjutnya dari jalur ibu. Di atas telah dikemukakan bahwa anak Syaikh Yusuf an-Nabhani yang masih hidup dan punya keturunan hanya satu yaitu Muhammad. Syaikh Yusuf an-Nabhani tidak punya anak perempuan.

Dalam semua literatur yang ditulis oleh aktivis Hizbut Tahrir mengatakan bahwa Taqiyuddin an-Nabhani merupakan cucu dari Syaikh Yusuf an-Nabhani dari jalur ibu. Di semua literatur itu juga tidak disebutkan siapa nama ibu Taqiyuddin an-Nabhani yang katanya anak perempuan dari Syaikh Yusuf an-Nabhani. Di samping dalam hal penasaban, jalur ibu tidak diakui sebagai jalur nasab yang syar’i.

Leave a Comment

Related Post