Kemenag Siapkan Program Reconnect untuk Bantu Eks Napiter Kembali Berintegrasi dengan Masyarakat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

12/06/2026

3
Min Read
Kemenag Siapkan Program Reconnect untuk Bantu Eks Napiter Kembali Berintegrasi dengan Masyarakat

Harakatuna.com. Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan program bertajuk Religious Counselor in Prison Rehabilitation and Community Reintegration atau Reconnect sebagai upaya membantu mantan narapidana terorisme (eks napiter) kembali menjalani kehidupan secara normal setelah menyelesaikan masa hukumannya.

Program tersebut menjadi salah satu dari 16 kegiatan dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama. Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan program Reconnect dirancang untuk mendukung proses reintegrasi sosial eks napiter agar dapat kembali diterima dan berbaur di tengah masyarakat.

“Reconnect bagi eks napiter yang terkait dengan kasus terorisme akan kami jadikan sebagai salah satu ajang penting untuk mengajak mereka supaya bisa hidup normal kembali dan membaur dengan seluruh komunitas masyarakat,” kata Abu Rokhmad dalam acara Bimas Talks di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Abu, mantan narapidana terorisme kerap menghadapi berbagai tantangan setelah bebas dari masa hukuman. Salah satu hambatan terbesar adalah stigma negatif yang masih melekat sehingga menyulitkan mereka untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara normal. “Biasanya kondisi seperti ini menimbulkan stigma negatif dan membuat mereka yang telah menyelesaikan proses hukum tidak mudah untuk segera berintegrasi atau berkumpul kembali dengan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Kementerian Agama berupaya memberikan pendampingan kepada eks napiter agar mereka dapat membangun kembali kehidupan sosial dan berkontribusi positif di lingkungan sekitarnya. “Kami berharap ini bisa menjadi salah satu kegiatan yang sangat positif. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang sudah kami siapkan untuk melaksanakan Reconnect ini,” tutur Abu.

BACA JUGA  Anak Bisa Terpapar Radikalisme dari HP, Ini Peringatan KPAI

Selain Reconnect, Ditjen Bimas Islam juga menyiapkan berbagai program dalam rangka menyemarakkan Peaceful Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut antara lain Bimas Islam Talks, peringatan Tahun Baru Islam, Muharaman bersama Generasi Z, 100.000 khataman Al-Qur’an dan doa bersama untuk bangsa, CFD Peaceful Muharam, Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo, CFD SIGAP Mas, Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, serta Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir.

Selain itu, Bimas Islam juga akan menggelar program Halal Goes to Campus serta berkolaborasi dalam penyelenggaraan Halal Brands and Food Expo.

Abu menegaskan, seluruh rangkaian program tersebut disusun untuk memperkuat kepedulian sosial masyarakat sekaligus menegaskan peran agama dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. “Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya.

Melalui program Reconnect, Kementerian Agama berharap eks napiter dapat memperoleh dukungan yang memadai untuk membangun kembali kehidupan mereka, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar tidak kembali terpapar jaringan maupun ideologi kekerasan.

Leave a Comment

Related Post