Kekuatan Jujur


0
11 shares
Kekuatan Jujur
Oleh : M. Khaliq Shalha
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”(Qs. Ali Imran [3]: 14).
Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, menyitir dua riwayat terkait dengan ayat di atas. Pertama, Abu Harits bin Alqamah al-Nashrani curhat pada saudaranya tentang sifat jujur Nabi Muhammad SAW. Abu Haris khawatir Kerajaan Romawi akan ditumbangkan, harta dan tahtanya akan diambil.  Kedua, pasca perang Badar, Nabi mengajak orang Yahudi untuk masuk Islam. Mereka menunjukkan kekuatan dan kehebatan diri. Mereka pamer harta dan pedang. Lalu Allah menjelaskan dalam ayat tersebut bahwa semua perkara dunia bersifat kesementaraan, sedangkan akhirat lebih baik dan kekal.
Dari riwayat pertama, ternyata kejujuran seorang tokoh bisa membuat khawatir lawan politiknya. Jujur tergolong modal SDM yang sangat signifikan. Di antara rahasia sukses dibalik dakwah Nabi adalah jujur. Dikagumi kawan dan disegani lawan.
Sifat jujur bagi pelaku organisasi sangat menentukan sehatnya manajemen. Sebaliknya, krisis kejujuran akan menimbulkan krisis kepercayaan dan akhirnya melahirkan krisis multidimensi. []
*Penulis adalah alumni UIN Surabaya
Baca Juga:  Petunjuk Memilih Presiden

Like it? Share with your friends!

0
11 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.