Jaga Kesucian Masjid, FSTM Kementerian, Lembaga dan BUMN Sambangi Menteri Agama


0
105 shares

Harakatuna.com. Jakarta-Ketua Umum FSTM (Forum Silaturrahim Takmir Masjid) Kementerian, Lembaga dan BUMN Ustadz  Ahmad Yani, Selasa, (26/02/19) menyambangi Mentri Agama Lukman Hakim Syaifudin. Hali ini dilakukan sebagai tindak lanjut Hasil Rakernas FSTM di Hotel Sriwijaya Jakarta pada tanggal 27-28 Desember 2018 lalu. Ketua FSTM Ahmad Yani, juga datang beserta pengurus FST, yakni Eko Fauzi, Asep Setiawan, Abu Bakar M Said, Zainal Abidin, Faizi, Fauzan Amin, Fahrozi, dan Mas’odi

Dalam pertemuannya Ketua Umum FSTM menyampaikan visi misi forum tersebut untuk menjadikan Masjid sebagai Wadah Islam yang Rahmatan Lil “alamin serta mencegah penyebaran paham radikalisme, terorisme, ujaran kebencian, berita hoax melalui mimbas masjid.

“Forum ini sangat baik dan tentu menjadi spesifik karena Pengurusnya sebagian besar DKM Masjid Kementrian, sehingga lebih tepat sasaran untuk Pencegahan faham tersebut di Masjid Masjid yang termasuk “terpapar”atau Zona Merah”, Tutur Lukman Hakim  saat menerima Pengurus FSTM di Kantor Kementrian Agama.

Pada pertemuan tersebut Mentri Agama yang didampingi oleh Direktur Urais (Urusan Agama Islam), Direktur Penais (Penerangan Agama Islam), juga menyampaikan agar FSTMmampu menjadi wadah untuk bergerak menjadikan Masjid sebagai Rumah bagi semua.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta takmir masjid dapat mempromosikan dan memfasilitasi penceramah-penceramah yang baik. Penceramah atau mubaligh yang baik menurut Menag antara lain mereka yang menyampaikan ajaran agama dengan cara yang sejuk dan damai. “Yang disampaikan seharusnya ilmu, yang sejauh dan damai. Jangan hanya menyampaikan emosi ataupun provokasi,” jelas Menag, Selasa (26/02).

Di samping itu, menurut Menag, FSTM perlu mengidentifikasi mubaligh-mubaligh yang memiliki jalur keilmuan atau sanad yang jelas.

“Semangatnya adalah mempromosikan, memfasilitasi penceramah-penceramah yang baik,” kata Menag.

Baca Juga:  Wajah Baru Buletin HTI Kembali Menyebar di Seantero Indonesia

“Mari kita saling kasih informasi. Dai yang kita undang sanadnya harus jelas, karena belajar agama harus pakai sanad,” lanjutnya.

Ketua FSTM Ahmad Yani menyampaikan pembentukan FSTM berawal dari FGD yang diinisiasi oleh Koordinasi Dakwah Islam (KoDI) tahun lalu, dikarenakan adanya isu zona merah pada masjid dari berbagai penelitian.

“Awalnya ada 40 Kementerian/Lembaga dan BUMN yang tergabung, dan sampai sekarang sudah 80 lembaga yang tergabung dalam FSTM, sejak dibentuk pada 25 Oktober 2018 lalu,” kata Ahmad Yani.

Dijelaskan Ahmad Yani, forum ini dibentuk untuk menghimpun DKM Masjid Kementerian/Lembaga. “Ini agar lebih dapat diperhatikan, dan sekaligus menyamakan visi misi masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial lainnya,” tutur Ahmad Yani.

Ia juga menambahkan, saat ini sudah tidak menjadi rahasia bahwa adanya masjid Kementerian/Lembaga, BUMN yang terpapar ajaran radikal.

“Masjid adalah milik semua umat, rumah Allah. FSTM lahir untuk menjaga kesucian masjid dari gerakan radikalisme, dan mensyiarkan ajaran rahmatan lil alamin,” jelas Ahmad Yani.

Akan hal ini, Ahmad Yani berharap Kementerian Agama dapat bersinergi dengan FSTM, memberikan pembinaan, pendampingan, advokasi kepada DKM dalam menjaga kesucian masjid dan kesuksesan program-program yang baik ke depan tentang kemasjidan.

“Terimakasih atas kesediaan Pak Menteri Agama menerima kami. Mudah-mudahan ini langkah awal untuk sinergi program ke depannya, utamanya menjaga islam rahmatan lil alamin,” tutup Ahmad Yani.

Turut mendampingi Menag, Direktur Urais, Juraidi, Direktur Penrais, Agus Salim, dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda Basyir.

 


Like it? Share with your friends!

0
105 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.