27.5 C
Jakarta

Ingin Menjadi Orang Beruntung Dunia Akhirat, Cintailah Allah dan Rasul-Nya dengan Benar

Artikel Trending

Asas-asas IslamAkhlakIngin Menjadi Orang Beruntung Dunia Akhirat, Cintailah Allah dan Rasul-Nya dengan Benar
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com – Setiap orang pasti menginginkan menjadi orang yang beruntung dunia akhirat. Keberuntungan itu tidak bisa dicari dan tidak bisa pula diperjuangkan. Menjadi orang beruntung di dunia dan akhirat adalah sebuah anugerah dari Allah SWT. Namun demikian, dalam Al-Quran, Allah menjelaskan bahwa jika ingin menjadi orang beruntung di dunia, maka cintailah Allah dan Rasul-Nya dengan benar.

Dalam surat An-Nur, ayat 52 diterangkan bahwa orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan benar maka ia akan menjadi orang yang beruntung.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Artinya: “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya, takut kepada Allah, dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat keberuntungan.” (QS. An-Nur: 52)

Adapun cara mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan benar adalah dengan tidak menduakan Allah dan Rasul-Nya dengan sesuatu apa pun, mulai dari harta, benda, anak, dan istri. Kecintaan terhadap dunia haruslah secara sederhana saja, jangan berlebihan. Karena kecintaan berlebih terhadap dunia tentu akan melalaikan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sehingga menyebabkan orang tersebut tidak beruntung di dunia dan akhirat.

BACA JUGA  Ini Tiga Orang yang Susah Masuk Surga

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

Artinya: “Katakanlah, ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu cintai melebihi cintamu kepada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk bagi orang yang fasik” (QS. At-Taubah: 24)

Dalam ayat ini, terdapat sebuah ancaman jika seseorang mencintai dunia secara berlebih dan menduakan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tinggal menunggu Allah memberikan keputusan-Nya. Oleh karenanya, jika ingin menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, maka cintailah Allah dan Rasul-Nya dengan benar dan jangan duakan dengan dunia, Wallahu A’lam Bishowab.

Ahmad Khalwani, M.Hum
Ahmad Khalwani, M.Hum
Penikmat Kajian Keislaman

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru