Fenomena Legen yang Jarang Diketahui Orang Banyak


Legen adalah adalah minuman tradisional yang banyak ditemukan didaerah jawa tengah. Minuman ini diambil dari sari bunga dari pohon siwalan atau warga setempat menyebutnya pohon bogor. Pohon siwalan ada dua macam yaitu pohon siwalan jantan dan pohon siwalan betina. Pohon siwalan jantan menghasilkan legen. Sedangkan pohon yang betina menghasilkan buahnya yang biasa disebut buah siwalan.

Legen sendiri dapat diambil sarinya dengan cara memotong bagian bunga dan meninggalkan sebuah wadah  dan dibiarkan semalaman maka sari sari itu akan menetes dengan sendirinya itulah yang dinamakan legen murni. Sedangkan siwalan satu gelongan itu biasanya terdapat tiga buah siwalan. Legen dan siwalan akan selalu menjadi minuman favorit apalagi untuk takjil saat berbuka puasa, karena rasanya memang menyegarkan dan cocok sekali untuk berbuka puasa.

Namun banyak sekali yang kecewa dengan rasa legen, rata rata adalah orang yang baru mencicip rasanya legen. Mereka sering berkomentar bahwa legen itu pahit bahkan ada yang mengungkapkan bahwa rasanya seperti peceran. Sakit hati sekali saya mendengarnya. Hiks..hiks..hiks….

Yang menyebabkan mereka berpendapat seperti itu bukan karena legen tidak cocok di lidah mereka namun lebih karena ulah ulah nakal para penjual yang telah mengoplos legen dengan air . Itu merupakan salah satu cara licik para penjual untuk meraup keuntungan yang banyak mengingat legen yang asli susah untuk mengumpulkannya, karena caranya seperti yang sudah saya jelaskan tadi cukup memakan waktu dan harus memanjat pohonnya. Perbuatan para pedagang tersebut secara tidak langsung akan merusak citra legen, banyak yang langsung trauma dan tidak ingin mencicipi legen lagi apalagi untuk membelinya. Padahal legen yang asli rasanya bikin nagih.

Baca Juga:  Alumni Suriah Mengutuk Keras Aksi Teror Biadab di Mako Brimob dan Gereja Surabaya

Saya sendiri pun agak trauma kalau mau beli legen dipinggir jalan, saya lebih memilih menahan nafsu hingga telah tiba waktu pulang ke rembang dan mencari legen yang murni. Karena saya sudah tau rasa aslinya saya tidak trauma untuk minum hanya saja saya trauma dan tidak mau membeli di tempat tersebut lagi walaupun godaan kesegarannya tak tertahankan.

Namun tidak semua pedagang dijalanan itu melakukan hal seperti itu. Banyak juga menjual legen yang asli buat kalian yang pernah membeli legen dan tidak puas dengan rasanya, percayalah legen yang asli bukan seperti itu rasanya. Mungkin anda membeli ditempat yang salah. Coba beli ditempat yang lain terutama di kota kota penghasil legend dan siwalan

Siwalan adalah buah dari pohon siwalan betina. Kalau pohon siwalan jantan hanya menghasilkan legend tidak menghasilkan buah kebalikannya pohon siwalan betina hanya menghasil kan buah tidak menghasilkan legen. Satu gelondong hitam itu biasanya terdapat tiga buah siwalan. Siwalan mempunyai tekstur seperti kolang kaling namun dengan ukuran yang seidikit lebih besar dan untuk siwalan muda terdapat air didalamnya. Siwalan cocok untuk dimakan langsung digunakan sebagai campuran untuk es campur pun enak. Itu merupakan salah satu yang kita rindukan ketika berada ditanah rantau.

*Oleh: Azmi Shulha,  mahasiswi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.