29 C
Jakarta

Energi Pemuda Sangat Besar Cegah Radikalisme dan Terorisme

Artikel Trending

AkhbarNasionalEnergi Pemuda Sangat Besar Cegah Radikalisme dan Terorisme
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta-Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt Jimmy Sormin mengungkapkan, potensi energi positif para pemuda Indonesia sangat besar, sehingga perlu diarahkan untuk mencegah hal-hal yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara, di antaranya radikalisme dan terorisme.

“Energi para pemuda itu sangat besar untuk mewujudkan banyak hal. Diharapkan para pemuda ini mengarahkan energi besarnya itu untuk mencegah hal-hal yang mengancam kehidupan bersama,” ujar Jimmy dalam keteranganya yang diterima di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Ia melanjutkan, Indonesia sebagai rumah milik seluruh rakyat Indonesia harus dirawat bersama segenap lapisan, khususnya para pemuda sebagai pemegang estafet kemerdekaan dan penerus perjuangan bangsa dari ancaman ideologi transnasional, radikalisme serta terorisme.

Menurut dia, ideologi yang bertentangan tersebut bertujuan untuk mengubah bentuk dan dasar negara. Terlebih berdasarkan data yang ada, Indonesia menghadapi bonus demografi 70 persen angkatan muda pada 2030 mendatang, sehingga hal ini bisa menjadi kekuatan besar, tetapi di sisi lain juga sebagai ancaman.

“Ketika pemuda ini terpapar radikalisme, tentunya mereka tidak peduli dengan keadaan bangsa, tidak peduli dengan persatuan, kesatuan, dan perdamaian. Ini tentunya bisa merusak tatanan bangsa yang memiliki harapan untuk bersatu, maju, adil, sejahtera sehingga pemuda mempengaruhi kehidupan berbangsa ke depannya,” ungkapnya.

BACA JUGA  Cegah Radikalisme, Habib Syakur Dorong Orang Tua Batasi Anak-anak Pakai Medsos

Ia mengatakan nilai-nilai yang tertuang pada Sumpah Pemuda ini akan tetap relevan, sejalan dengan perkembangan zaman. Di samping itu, gesekan dan dinamika yang terjadi di masyarakat akibat mulai masuknya ideologi transnasional yang ingin mengganti bentuk dan ideologi negara, semakin menguatkan relevansi Sumpah Pemuda sebagai pengingat bagi masyarakat tentang komitmen sebagai anak bangsa

“Justru Sumpah Pemuda harus terus menjadi pengingat bagi kita tentang ikrar atau komitmen yang sangat mengikat sebagai anak bangsa. Jangan bikin lagi simbol lain atau sejenis lainnya selain yang ada di Indonesia saat ini. Misalnya bendera, ya kita pakai bendera Merah Putih, jangan ada bendera lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada para pemuda untuk terus mengawal dan merawat bangsa ini selama-lamanya selagi hayat masih di kandung badan.

 

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru