31.7 C
Jakarta

Diaspora Gerakan Separatisme Papua Berjejaring Internasional

Artikel Trending

AkhbarNasionalDiaspora Gerakan Separatisme Papua Berjejaring Internasional
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta – Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komisaris Jenderal Paulus Waterpauw, mengatakan, sejumlah kelompok diaspora Papua yang tinggal di berbagai negara terlibat dalam pergerakan separatisme Papua. Mereka di antaranya Oktovianus Mote (Amerika Serikat), Jacob Rumbiak (Australia), Rex Rumakiek (Vanuatu), Leonie Tanggahma (Belanda), dan Benny Wenda (Inggris).

“Ada kelompok diaspora yang memang selalu membawa permasalahan-permasalahan di berbagai negara,” ujar Paulus dalam simposium nasional secara daring, Senin (10/5).

Dia melanjutkan, juru bicara dan aktor penting Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo. Polri menangkap mereka pada awal Mei 2021. Nama-nama yang dia sebutkan itu terduga berkolaborasi dengan media, gereja, badan eksekutif mahasiswa (BEM). Selain itu juga bekerja sama dengan aliansi mahasiswa Papua, dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Dia mengatakan, KKB Papua mempunyai perlengkapan persenjataan. Terdapat empat kabupaten rawan gangguan KKB, yakni Intan Jaya, Mimika, Puncak, dan Nduga, yang didiami sejumlah kelompok KKB.

Intan Jaya ada kelompok KKB pimpinan Sabinus Waker, Undius Kogoya, dan Lewis Kogoya. Puncak ada lima kelompok KKB yakni Goliat Tabuni, Lekagak Telenggen, Peni Murib, dan Ando Waker.

Teror KKB dan Gerakan Separatisme Papua

Kemudian di Mimika dan Nduga terdapat masing-masing satu kelompok KKB yakni Joni Botak dan Egianus Kogoya. Menurut Paulus, peningkatan unsur-unsur kekerasan dan teror tidak hanya ditujukan kepada aparat, tetapi juga menyasar masyarakat sipil dan merusak fasilitas warga.

BACA JUGA  BNPT Berharap Nilai Adat Budaya Persempit Ideologi Terorisme

Dengan demikian, pemerintah melakukan labelisasi teroris kepada kelompok KKB di Papua tersebut. Paulus menegaskan, penyebutan KKB bukan untuk seluruh masyarakat Papua, melainkan kelompok tertentu pembuat teror.

“Karena perbuatan mereka sangat mengerikan, bukan kepada aparat saja, tetapi juga kepada masyarakat sipil lainnya,” kata dia.

Paulus memerinci rekapitulasi korban KKB, penindakan KKB dan KKP, kerusakan properti, serta aksi terbaru KKB sepanjang 2021. Setidaknya ada 18 kasus penembakan dan kontak senjata dengan korban meninggal dunia satu kabinda, satu anggota polri, empat anggota TNI, dan tujuh masyarakat sipil, serta delapan orang-orang luka-luka (dua polri, tiga TNI, dan tiga masyarakat).

Kemudian, 19 anggota KKB kami lakukan penindakan, 11 orang di antaranya meninggal dunia dan delapan orang kami tangkap. Ada juga 24 anggota KKB dan KKP yang menyerahkan diri.

Selain itu, terdapat sejumlah fasilitas yang dibakar KKB, antara lain satu unit pesawat, lima sekolah, dua asrama guru, serta enam rumah warga. Paulus menuturkan, pihaknya masih terus mencari anggota KKB yang melakukan kejahatan, meskipun praktiknya sulit karena mereka memahami medannya.

“Hanya prosesnya tidak langsung kami umumkan, tidak langsung kami putuskan, harus lewat pengadilan. Hari ini sedang dalam tahap pengujian kasus di pengadilan atau atas daftar itu dengan berbagai tuntutan perbuatan mereka yang kemudian oleh hakim di pengadilan akan mereka putuskan iya atau tidak,” tutur Paulus.

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru