29.3 C
Jakarta
Array

Ciri Dosa Menurut Nabi Muhammad SAW

Artikel Trending

Ciri Dosa Menurut Nabi Muhammad SAW
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Kita semua sering mendengar ungkapan yang menyatakan bahwa manusia merupakan tempat salah dan lupa. Memang demikian benar adanya. Namun pengalihbahasaan ungkapan tersebut yang terambil dari ungkapan Arab ini perlu sedikit pelurusan menjadi ‘manusia sangat berpotensi besar untuk salah dan lupa’. Sehingga masih ada celah sempit bagi manusia untuk lepas dari kesalahan. Hal ini dikarenakan manusia berada di posisi tengah-tengah antara dua makhluk Tuhan yakni malaikat yang selamanya benar dan setan yang seterusnya salah. Bagaimanapun kesalahan dan dosa seakan tidak bisa dipisahkan terlalu jauh dari makhluk yang diciptakan dengan bentuk terbaik ini.

Nabi Besar Muhammad saw sebagai manusia terbaik sepanjang zaman, pernah menerangkan tentang ciri-ciri dosa. Menurut Rasulullah saw, setidaknya ada dua ciri dosa yang akan dirasakan oleh pelakunya. Ciri batiniah dan ciri lahiriah.

Pertama, kegoncangan hati nurani saat akan berbuat sesuatu. Segala perbuatan yang dapat menimbulkan rasa ragu dalam hati nurani untuk melakukannya patut dicurigai itu dosa.  Keraguan itu jika diterjang dan tidak dihindari selanjutnya akan menimbulkan rasa yang mengganjal dalam hati. Kemudian saat suasana hati mulai stabil dari kegoncangan akan muncul rasa penyesalan. Pada tahap terakhir (menyesal) inilah dia berdiri berada di depan pintu taubat. Oleh karena itu sebelum melakukan suatu perbuatan, kita sepantasnya menimbang dengan akal akibat baik atau buruknya serta merenunginya sesuai kata hati nurani. Inilah ciri dosa secara batiniah.

Kedua, menghindarkannya dari jangkauan manusia. Umumnya manusia ingin terlihat baik di depan sesamanya. Sehingga ada keingingan kuat dari dalam diri untuk berusaha mengubur segala keburukannya. Dosa dan kesalahan akan ditutup rapat-rapat dari pandangan orang lain. Oleh karena itu setiap dosa baik itu tindakan kriminal, penyimpangan, pemalsuan, atau pelanggaran terhadap aturan apapun sangat jarang sekalin dilakukan secara terang-terangan. Demikian ciri dosa dari sisi lahiriahnya.

Kedua ciri di atas direkam secara jelas dalam riwayat terpercaya yang disebutkan oleh Muslim dalam kitab sahih-nya, Nabi saw bersabda: Dosa adalah perbuatan yang mengganjal dalam hati nuranimu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya. HR. Muslim. Riwayat ini diperjelas oleh riwayat Ahmad dalam Musnad-nya. Seorang sahabat bertanya pada Nabi saw tentang amal kebajikan. Nabi saw menjawab, “tanyakan nuranimu. Kebajikan itu perbuatan yang menenangkan jiwamu dan menentramkan hati nuranimu. Sedangkan dosa ialah perbuatan yang menggoncangkan jiwamu serta membuat ragu hati nuranimu. HR. Ahmad  

Sekali lagi bagaimanapun manusia sangatlah dekat dengan dosa. Namun sedekat apapun itu pastilah ada cara untuk menciptakan jarak di antara keduanya.

Cara itulah yang menjadi tangga pertama dalam dunia tasawuf, yakni taubat. Nabi saw berpesan, Setiap manusia pastilah banyak salahnya. Sebaik-baik orang bersalah adalah orang yang kembali menuju kepada Allah dengan cara bertaubat. HR. Tirmidzi & Ibnu Majah. [Ali Fitriana]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru