Cadar dan Keterkaitannya dengan Media Sosial


0
2 shares
Bahaya Laten Radikalisme di Kampus
Ilustrasi [Kumparan].

Islam mengajarkan adab berpakaian pada umatnya. Dalam al-Quran surat al-Araf ayat 26 yang berbunyi :

يَا بَنِي آَدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآَتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آَيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya : Hai anak cucu Adam ! Sungguh kami telah menurunkan untuk kamu pakaian yang dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Masing-masing umat Islam memiliki perbedaan dalam mengekspresikan bentuk ketaatannya pada adab berpakaian yang telah Allah serukan. Diantara contohnya adalah dengan berniqab atau bercadar.

Hari ini, cadar sedang berada di puncak popularitasnya, naik daun. Banyak sekali wanita yang memutuskan untuk berhijrah. Alasan yang kerap kali digunakan adalah : untuk mematuhi perintah agama dan menghindari fitnah. Menurut pribadi, alasan tersebut masih perlu dipertanyakan. Tidak jarang ditemukan para wanita yang belum lama bercadar (baru) justru lebih eksis dan lebih menarik perhatian dibandingkan sebelumnya.

Bermedia sosial adalah hak setiap individu. Instagram adalah aplikasi yang banyak digunakan para penikmat gadget sekarang. Tidak sedikit mereka yang baru berniqab mem-posting photo mereka di instagram dengan caption yang berisikan kalimat persuasif dan nasihat-nasihat agama.

Komentarpun banyak dilontarkan oleh para pengguna instagram lainnya khususnya para lelaki. Tidakkah mereka risih dengan komentar : masyaallah cantik, subhanallah ukhti, jamilah, dan lain-lain.

Namun, disamping itu, ada pula wanita berniqab yang populer karena prestasinya. Di antara contohnya adalah Gisele Marie, gitaris metal asal Brazil juga Shahnaz Langhari, pilot berniqab pertama asal Pakistan. Dan di Indonesia ada dr. Ferihana yang membuka klinik gratis untuk semua kalangan.

Baca Juga:  Menulis itu Dipraktikan, Bukan Cuma Diomongkan

Dalam hadis, Nabi bersabda:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Artinya : “Sesunggunya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan”

Jika seorang wanita berjilbab juga bercadar memperlihatkan dirinya dalam postingan instagram atau media sosial lainnya dengan alasan ingin berdakwah dan menunjukkan bahwa Islam itu indah, maka itu adalah pemahaman yang keliru. Makna dari “Allah Maha Indah dan mencintai keindahan” itu, bahwa semua hal yang yang Allah cintai, itulah yang indah. Bukan semua yang manusia anggap indah akan dicintai oleh Allah.

Wanita yang memutuskan untuk bercadar, hakikatnya ingin menutupi aurat agar terlindung dari berbagai fitnah. Namun akan salah tujuan jika ia masih saja memperlihatkan fotonya di berbagai media sosial. Dan jika difikirkan secara logika, orang yang ingin memperlihatkan keindahan dirinya lewat foto, misalnya, maka ia akan lebih memperindah penampilannya, maka tidak sedikit model cadar yang beredar di pasaran saat ini.

Dan jika alasan mem-posting foto tersebut adalah untuk dakwah, perlu diketahui bahwa banyak jalan dakwah yang lebih baik. Allah menyerukan manusia untuk berdakwah, maka Allah juga akan memberikan fasilitas pada manusia yang bisa dijadikan alat untuk berdakwah.

Dalam surat An-Nur ayat 31, Allah berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا …………… وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali …………… Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Baca Juga:  Pilpres 2019, Pertarungan NU vs HTI

Kalimat “Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan” itu memiliki sejarah. Zaman dahulu, wanita menggunakan gelang kaki, itulah pesan Allah pada wanita zaman dahulu, untuk tidak memperlihatkan perhiasannya dengan cara memeperdengarkan bunyi gelang kaki yang mereka gunakan.

Jika ayat tersebut ditarik ke konteks kehidupan sosial zaman sekarang, para wanita sebaiknya tidak bersolek dan menggunakan perhiasan dengan tujuan agar dilihat keindahannya oleh orang lain. Wanita yang ikhlas dalam berjilbab hingga bercadar, maka ia akan menjadikannya sebagai self control bagi sikap dan perilakunya sendiri.

Cadar sedang ada di tingkat popularitasnya. Banyak wanita yang memutuskan untuk bercadar. Dan sekarang banyak pula komunitas-komunitas niqabers atau hijabers yang mem-posting fotonya di media sosial dengan tujuan dakwah.

Dalam hal ini, sebaiknya para wanita yang ingin berdakwah, hendaknya berdakwah dengan tidak memperlihatkan fotonya di media sosial. Karena hal tersebut banyak madharat nya.

Semoga cadar dewasa ini, bukan hanya sekedar trend yang beredar di masyarakat, namun murni pilihan mereka, para waita bercadar, sebagai salah satu jalan perbaikan diri untuk mencapai ridha-Nya. Aamiin.

Oleh: Ridha Nurul Arafah, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta.



Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
0
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.