34 C
Jakarta

Bolehkah Puasa Dzulhijjah Dimulai Hari Kedua?

Artikel Trending

Asas-asas IslamFikih IslamBolehkah Puasa Dzulhijjah Dimulai Hari Kedua?
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna – Salah satu amalan Sunnah di bulan Dzulhijjah adalah puasa sunnah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah. Tetapi, terkadang seseorang yang hendak melakukan puasa ini tidak bisa mengikuti puasa dari awal bulan lantaran suatu udzur seperti haid, sakit dan lain sebagainya. Lantas, bolehkah puasa dzulhijjah dimulai hari kedua?

Dalam beberapa keterangan disebutkan mengenai beberapa keutamaan beribadah di bulan Dzulhijjah. Betapa besar keutamaan yang didapat dalam bulan ini membuat sahabat nabi membandingkan pahalanya dengan pahala jihad di jalan Allah. Hal ini sebagaimana dalam keterangan hadis riwayat Abu Daud No 2438 berikut,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

Artinya : “ Tidak ada suatu amalan sholeh di suau hari yang lebih dicintai oleh allah dari pada di bulan ini (Dzulhijjah). Sahabat bertanya ‘Wahai Rasulullah tidak juga dengan jihad fi sabilillah’. R asulullah SAW menjawab ‘Tidak juga dengan jihad kecuali seorang laki laki yang berjihad dengan diri dan hartanya dan pulang tanpa membawa apapun. ’”

Salah satu ibadah pada bulan Dzulhijjah adalah melakukan puasa sunnah pada tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah. Keutamaan puasa dibulan ini juga sangat besar sampai nabi mengibaratkan satu hari berpuasa didalamnya setara dengan setahun berpuasa. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Sunan Tirimidzi juz I halaman 131 berikut,

BACA JUGA  Memberikan Upah Kepada Penjagal Hewan Kurban, Bolehkah?

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah cintai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, satu hari berpuasa didalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

Bagi seseorang yang tidak bisa melakukan puasa di awal bulan dia masih diperbolehkan untuk melakukan puasa di hari kedua. Bahkan hal ini lebih utama daripada tidak melakukan puasa sama sekali. Hal ini karena Allah memerintahkan untuk melaksanakannya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki Sebagaimana dalam firman Allah Swt berikut,

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ

Artinya : “Karena itu bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (QS at-Taghabun [64]: 16).

Apabila seseorang memulai puasa Dzulhijjah pada hari yang kedua maka dia cukup menggunakan niat pusa untuk tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah berikut,

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.”

Demikian penjelasan mengenai bolehkah puasa dzulhijjah dimulai hari kedua. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru