28.9 C
Jakarta

Babak Baru Hubungan Saudi-Iran

Artikel Trending

Islam dan Timur TengahUlasan Timur TengahBabak Baru Hubungan Saudi-Iran
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Enam tahun yang lalu eskalasi hubungan atara Saudi dan iran memuncak. Kedua Negara memutuskan hubungan diplomatik yang sudah terjalin antar keduanya. Memanasnya suhu politik antara keduanya bermula dari kebijakan Saudi untuk mengeksekusi salah satu ulama besar syiah Nimr al Nimr, yang memunculkan gelombang protes rakyat Iran di depan gedung keduataan Saudi di Teheran.

Pertikaian tersebut berlanjut keberbagai isu di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi menuding Iran menjadi dalang dibalik kisruh yang terjadi di kawasan, dengan mengintervensi beberapa Negara. Seperti keberpihakan Iran pada kelompok Houthi yang terlibat peperangan dengan Saudi. Kemudian, dalam masalah Lebanon, kedua Negara pun berhadap-hadapan dengan berpihak kepada salah satu kelompok yang bertikai yaitu Saudi di pihak kelompok sunni yang dipimpin Saad Hariri semantara Iran di kubu seberang dengan mendukung kelompok Hizbullah.

Upaya Rakonsiliasi Saudi-Iran

Ketegangan antar kedua Negara nampaknya mulai mencair. Sebagaimana dilaporkan AlJazeera upaya pertemuan kedua Negara tengah diupayakan. Di paruh akhir masa jabatannya, presiden Iran Hasan Rouhani melalui para diplomatnya aktif menjalin hubungan dengan koleganya dari Arab Saudi.

Teranyar, Arab Saudi memastikan akan mengirim delegasinya untuk menghadiri pelantikan presidan baru Iran Ebrahim Raisi yang terpilih beberapa waktu yang lalu. Bahkan, dikabarkan kedua Negara akan kembali membuka kantor perwakilan -keduataan Besar- di masing-masing negara (Middle East Monitor, 24/7).

Mencairnya hubungan kedua Negara tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik di Timur Tengah. Pertama, Perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Joe Bidden yang menggeser perhatiannya dari Timur Tengah menuju kawasan Asia Timur guna membendung dominasi Tiongkok nampaknya akan merubah peta politik kawasan.

Pasca Amerika undur diri dari kawasan, terjadi kelompongan perimbangan kekuatan. Dampak tersebut sepertinya mengkhawatirkan kedua Negara. Karena, jika Negara-negara Arab tak kunjung bergerak untuk mengisi pos tersebut, maka Israel akan mengisinya dan tentu itu merupakan ancaman bagi kedua Negara.

BACA JUGA  Kemenangan Muqtada Al-Sadr dalam Pemilu Irak 2021

Kedua, normalisasi hubungan yang dilakukan oleh Israel dengan beberapa Negara tetangganya. Hal itu membuat posisi kedua Negara semakin terdesak. Dengan hadirnya Israel sebagai kolega strategis akan menambah pengaruh Israel terhadap negera-negara kawasan, ditengah konflik dan masa depan ekonomi serta sosial politik yang tak menentu.

Ketiga, selain realitas politik tersebut, faktor kepemimpinan di kedua Negara juga berperan penting mencairkan hubungan yang selama enam tahun belakangan ini sering memanas. Muhammad bin Salman (MBS) sebagai penerus mahkota kerajaan, telah membawa Saudi bergerak ke arah yang lebih tengah, baik dalam hal kebijakan politik, ekonomi, sosial, agama bahkan dalam hubungan luar negerinya, termasuk dengan Iran.

Sementara itu Presiden baru Iran nampaknya pun menunjukkan hal yang serupa. Baru-baru ini kantor berita Iran (Islamic Republik News Agency) mewartakan bahwa presiden baru negeri para mullah itu siap membangun dialog dengan Negara-negara tetangganya di kawasan Timur Tengah termasuk dengan seteru lamanya Arab Saudi.

Meskipun demikian, masa depan kesepakatan damai antar kedua Negara itu masih terlihat samar. Terlepas dari komintmen yang akan dibuat keduanya, namun kenyataan bahwa upaya-upaya perdamaian tersebut lebih bersifat politis bisa saja berubah sesuai kepentingan masing-masing serta perkembangan dinamika politik kawasan.

Realitas politik belakangan menandakan hubungan Saudi-Iran yang selama ini memanas telah memasuki babak baru. Rekonsiliasi kedua Negara akan merubah landscape politik kawasan. Boleh jadi hal itu pun bisa menjadi oase ditengah kemarau panjang yang melanda dinamika sosial politik serta kemanusiaan di Timur Tengah.

Ahmad Hadi Ramdhani, Penulis adalah Analis Politik di TGB Institute

Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru