Cara Mudah Mengenali Berita Bohong


0
8 shares

Harakatuna.com. Jakarta-Dengan minat baca yang cukup rendah, tetapi getol browsing di sosial media, masyarakat Indonesia berubah menjadi trigger happy, ketimbang smart finger.

Kebiasaan di sosial media, sebar dulu baru konfirmasi belakangan sehingga menghasilkan lebih banyak informasi yang salah dan berita palsu.

Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini?

Peringkat Indonesia sebagai negara paling aktif keempat dalam hal penggunaan ponsel cerdas setelah Cina, India dan AS, membuat Indonesia menjadi salah satu negara “melek digital” dengan jumlah sekitar 130 juta pengguna media sosial di negara ini, dan sangat berbanding lurus untuk populasi dan sirkulasi smartphone.

Dengan minat baca yang rendah, media sosial menjadi sumber informasi alternatif, tetapi ketika tidak digunakan secara bijak, media sosial pun dapat menjadi sarana dalam penyebaran berita palsu.

Konsep trigger happy (hanya berbagi berita tanpa terlalu banyak merinci), telah menjadi kebiasaan buruk sebagian besar pengguna media sosial di Indonesia.

Bagaimana Anda bisa tahu apakah itu berita palsu atau bukan?

Dalam keterangan persnya, Shelly Tantri S, Head of Business Development, BaBe membagikan tiga kiat yang dapat membantu Anda mengidentifikasi informasi yang salah ketika Anda menemukan berita atau pesan apa pun di media sosial:

  1. Cek Headline/Judul Berita

“Pastikan berita yang kita baca tidak mengandung topik sensasional, atau tidak masuk akal. Seperti contoh, ketika gempa bumi terjadi, sudah pasti bahwa berita yang mengatakan gempa susulan dengan skala lebih besar dapat dipastikan adalah berita bohong, karena gempa tidak bisa diprediksi sama sekali.” kata Shelly

  1. Cek Sumber Berita

“Pastikan berita yang kita baca berasal dari sumber yang tepercaya, entah artikel tersebut berasal dari penerbit yang sangat terkenal, atau ditulis oleh seorang ahli. Semua berita di BaBe tentu saja berasal dari media tepercaya di Indonesia. Selain itu, BaBe dengan AI teknologi dan pembelajaran mesin terkemuka bekerjasama dengan tim konten moderasi mampu menyaring berita yang masuk ke sistem BaBe. Sehingga berita yang disajikan dalam aplikasi BaBe adalah berita yang positif dan bebas dari berita bohong. “Shelly menjelaskan lagi.

  1. Cek Keseluruhan Isi Berita

Tidak kalah penting adalah biasakan membaca seluruh isi berita. Berita palsu biasanya menyertakan sumber yang terlihat kredibel, seperti tips kesehatan dari dokter terkenal. Kita dapat dengan mudah menelusuri nama dokter di internet. Jika nama dokter tidak ditemukan dan artikelnya, dapat dipastikan bahwa berita tersebut adalah berita palsu. Selain itu, kita juga dapat memeriksa melalui sumber tepercaya lainnya seperti situs web khusus medis, “jelas Shelly.

  1. Jangan Hanya Menjadi Trigger Happy

Dengan mengikuti 3 tips di atas dan memegang prinsip tidak hanya menjadi trigger happy, Anda telah maju selangkah menjadi netizen yang pintar.

Baca Juga:  Polisi Siaga, Aksi 22 Mei Diduga Akan Anarkis

“Dengan momentum Pemilihan Presiden semakin dekat, kita dapat menerapkan 3 langkah mudah untuk memastikan apakah artikel yang kita baca itu salah atau tidak.” Tentunya artikel yang dirilis di BaBe telah menggunakan 3 langkah ini untuk memastikan bahwa berita yang kami rilis bukan berita palsu,” kata Shelly.

 


Like it? Share with your friends!

0
8 shares

What's Your Reaction?

Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Wow Wow
0
Wow
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Suka Suka
1
Suka
Harakatuna

Harakatuna merupakan media dakwah yang mengedepankan nilai-nilai toleran, cerdas, profesional, kritis, faktual, serta akuntabel dengan prinsip utama semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar pemahaman Islam: rahmat bagi semua makhluk di dunia.