Wali Kota Jakpus Ingatkan Bahaya Radikalisme bagi Pelajar

Ahmad Fairozi, M.Hum.

25/05/2026

2
Min Read

Harakatuna.com. Jakarta – Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin menegaskan pentingnya membekali generasi muda, khususnya pelajar, dengan pemahaman yang kuat mengenai bahaya radikalisme dan terorisme guna menjaga persatuan serta keutuhan bangsa. Hal itu disampaikan Arifin saat menghadiri kegiatan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Menurut Arifin, para pelajar perlu memahami bagaimana paham radikal dan terorisme dapat masuk dan memengaruhi pola pikir generasi muda. Dengan pemahaman yang baik, siswa diharapkan memiliki ketahanan ideologi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Anak-anak kita harus memahami bagaimana paham radikalisme dan terorisme bisa masuk dan memengaruhi cara berpikir generasi muda. Mereka harus memiliki kemampuan untuk menangkal dan melawan paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ujar Arifin.

Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan wilayah harus terus menjaga persatuan nasional. Menurutnya, keberagaman tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah-belah bangsa melalui penyebaran paham radikal.

Arifin juga menekankan bahwa Jakarta sebagai barometer nasional memiliki peran strategis dalam menjaga nilai persatuan dan kebhinekaan. Karena itu, generasi muda sebagai penerus bangsa perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga Bhinneka Tunggal Ika, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta memperkuat rasa cinta tanah air.

BACA JUGA  Waisak Nusantara di Jakarta, Seribu Umat Buddha Tebar Pesan Damai dan Toleransi

“Generasi muda adalah penerus kemajuan bangsa. Mereka harus dibekali nilai kebangsaan agar mampu menjaga persatuan serta menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan Jakarta Pusat Prasetyo, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Pusat Soni Triwibawa, Kepala Satuan Tugas Wilayah DKI Jakarta Teguh, jajaran pejabat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, para guru pendamping, serta peserta kegiatan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme.

Melalui edukasi dan penguatan wawasan kebangsaan sejak dini, para pelajar diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.

“Dengan penguatan wawasan kebangsaan, kami berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang cinta tanah air, menjunjung tinggi toleransi, serta menjaga persatuan bangsa,” tutup Arifin.

Leave a Comment

Related Post