30.9 C
Jakarta
Array

Wabup Trenggalek : Bersyukurlah Indonesia Masih Bobrok!

Artikel Trending

Wabup Trenggalek : Bersyukurlah Indonesia Masih Bobrok!
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Jakarta. Wakil Bupati Termuda Mochamad Nur Arifin saat mengisi bincang bukunya yang berjudul Bung Karno “Menerjemahkan” Al-Quran di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (15/8/2017) mengatakan bahwa mestinya kita bersyukur karena Indonesia masih bobrok.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipin, panggilan akrabnya, guna membangkitkan jiwa muda para peserta untuk bergerak membuat kebangkitan bagi Indonesia. “Bersyukurlah Indonesia bobrok, karena di situlah kesempatan kita menjadi pahlawan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, bahwa kita tidak cukup hanya menghardik. Jika menghardik orang lain dengan berbagai tuduhan, “Lalu di mana peranmu untuk Indonesia?” tanyanya menyindir.

Pria yang terpilih menjadi Wakil Bupati Trenggalek pada umur 25 tahun itu mengutip ayat Alquran, “Qum, faandzir!”. Meskipun tidak secara tersurat, menurutnya, Bung Karno mengimplementasikan nilai-nilai ayat tersebut. Pemuda, baginya, harus bangun dan bangkit. Tidak saja mengatakan orang lain salah, yang ini yang benar, tetapi “Harus berani ambil resiko,” tegasnya menyitir ujaran Bung Karno.

Dalam bincang buku itu, hadir Politisi Muda Tsamara Amany yang menjadi pembanding. Presiden Pertama Indonesia itu, di matanya, tidak suka dengan takfiri. Sedikit-sedikit kafir. Bahkan saat menikahi putri Cokroaminoto, ia juga diperingatkan oleh orang yang menikahkannya karena menggunakan produk kafir, berupa dasi dan jas. Tapi anjing menggonggong, kafilah berlalu. Pria yang mulanya bernama Kusno itu tetap dengan stelan pakaiannya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Bung Karno, menurut dua narasumber itu, lebih menekankan hal-hal yang bersifat substansial. Artinya, tidak sekadar bungkus saja.

Di akhir, Nur Arifin berpesan agar tidak lagi berdebat mengenai pemikiran-pemikiran Bung Karno. Tetapi bagaimana kita dapat menerapkan konsep itu dalam kehidupan. “Sudahlah, kita gak usah lagi berdebat tentang Trisakti dan sebagainya. tetapi bagaimana kita mengaplikasikannya,” tutupnya.

Menyitir kaul Sayyidina Ali ra., Tsamara Amany mengingatkan, bahwa jika kita bukan sesama muslim, maka kita sesama manusia.

(Syakirnf)

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru