24.9 C
Jakarta

Ulama Harus Berpikir Kepentingan Nasional dan Paham Kondisi Sosial di Masyarakat

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Revolusi Akhlak Butuh Wali Mursyid Bukan Imam Besar

Pidato Rizieq Shihab pada acara Reuni Aksi Bela Islam 212 kemarin, terlihat daya juang Rizieq Shihab mulai melemah. Dari suaranya, seperti orang sedang sakit....

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Wudhu Menurut aL-Qur’an dan Sunah

Wudhu merupakan ritual penting dalam Islam untuk menjaga kesucian dalam beribadah. Perintah dan dasar landasan berwudhu berangkat dari firman Allah swt dalam QS al-Maidah...

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah

Presiden Soekarno, Waliyul Amri Dhoruri Bi-Syaukah Usai Kuliah Subuh, para santri yang menonton tayangan Khazanah dari sebuah stasiun televisi terlibat kegaduhan karena saling berkomentar tentang...

Apa Itu MaʻRûf dan Apa Itu Munkar

Kedua kata maʻrûf dan munkar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Kemudian keduanya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penulisan keduanya dalam Kamus...

Harakatuna.com. Jakarta Seorang Dai atau ulama yang berpikiran nasional biasanya akan tahu tentang kondisi di masyarakatnya, apa yang sedang dialami. Oleh karenanya, bila ada pihak yang membuat wacana baru tentang dasar negara baik itu ulama ataupun tokoh manapun dipastikan mereka itu tidak memiliki dasar yang kuat terhadap wawasan kebangsaan Indonesia ini. Karena itulah paham mereka yang kontra terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa ini sebetulnya masih bersifat terbatas.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) bidang organisasi KH. Dr. Baharuddin Husin, MA, mengatakan bahwa sesungguhnya perlu untuk mencari pihak mana sebetulnya yang terlibat dengan hal tersebut, kemudian setelah itu perlu dilakukan pendekatan dan diajak berbicara, agar tahu apa motivasi mereka sebetulnya.

”Ketika kita paham misalnya mereka itu pemahaman wawasan kebangsaan termasuk tentang ideologi bangsa ini belum komprehensif. Tentunya hal ini barangkali menjadi tantangan dan peluang bagi kita. Karena saya rasa semua dai atau ulama secara umum itu sama yaitu ingin menyelamatkan umatnya masing-masing agar menjadi orang yang baik dan taat kepada penciptanya,” ujar KH. Dr. Baharuddin Husin, MA, di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Karena menurut Kyai Baharuddin, sebetulnya yang ditakuti para ulama adalah melanggar peraturan-peraturan Allah dan rasul-Nya. Sementara Allah dan rasul-Nya itu sangat menganjurkan kepada setiap hamba-Nya untuk selalu taat pada sang penciptanya dan cinta pada tanah airnya sebagai bentuk rasa syukur dan sebagainya.

”Ketika ada hal-hal yang kurang bagus itu barangkali ada faktor-faktor yang perlu kita gali, kenapa terjadi seperti itu. Insya Allah para ulama atau dai ini sudah siap menyampaikan pesan-pesan agama dengan tulus dan baik. Kalau perlu panggil teman-teman sesama  ulama-ulama saling kerjasama hingga di daerah-daerah untuk menyampaikan hal ini,” tuturnya.

Ulama dari Semua Ormas harus Menyampaikan Dakwah Ramah

Dirinya meyakini bahwa masing-masing organisasi massa (ormas) keagamaan tentunya punya kiat-kiat tersendiri dalam berdakwah. Namun demikian menurutnya tentu saja mereka tetap menyatu kepada kesepakatan bersama bangsa ini yaitu Pancasila dan kebhinekaan yang dimiliki bangsa ini. Dan juga sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).

”Karena itu ikhtiar dan upaya itu harus terus dilakukan. Nah saya rasa langkah yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggabungkan semua ormas lintas keagamaan menjadi satu dalam gugus tugas adalah terobosan yang sangat luar biasa bagus. Kalau ini dikembangkan terus, persoalan-persoalan yang dibahas diawal tadi Insya Allah bisa cepat teratasi,” terangnya.

Sehingga dengan adanya gugus tugas tersebut ia menyampaikan bahwa menyelesaikan persoalan di masyarakat, baik itu masalah ekonomi, akidah, keagamaan dan pemahaman yang ada itu perlu diselesaikan dengan cara bersinergi satu sama lain. Inisiatif yang dilakukan BNPT ini menurutnya sudah sangat tepat.

”Sehingga diharapkan nanti setiap ormas akan tahu kondisi warganya masing-masing. Nah ini akan mudah kita mendapatkan solusinya, katakanlah pimpinan ormas langsung ke komunitas dia, maka bisa langsung nyambung. Itu barangkali yang kita beri apresiasi yang tinggi kepada BNPT. Mudah-mudahan ini bisa jalan terus kedepannya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Baharuddin mengungkapkan bahwa yang juga perlu dilakukan para dai atau ulama dalam melakukan dakwahnya dan juga pemerintah adalah untuk selalu terus memberikan pengertian dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga seluruh umat bisa bersama-sama memajukan bangsa ini sesuai dengan peluang dan potensinya masing-masing.

”Jadi tinggal sosialisasinya kita punya level-level siapa saja yang tidak paham tentang wawasan kebangsaan ini, apakah karena tingkat pendidikannya, tingkat ekonominya atau karena literasinya. Jadi mungkin BNPT juga perlu di tiap daerah ada sarana media bersama ormas-ormas keagamaan yang ada untuk percepatan pemahaman ini sehingga tidak terjadi lagi macam-macam pemikiran yang bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara itu,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Kyai Baharuddin menyampaikan bahwa jika masyarakat bangsa ini tidak bersatu tentunya akan sulit membangun negeri ini kedepannya. Dan menurutnya bisa saja hal inilah yang diharapkan oleh pihak luar untuk menghancurkan bangsa ini tanpa disadari bersama oleh masyarakat bangsa ini.

”Karena bagaiamanapun negeri kita memiliki potensi yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, masyarakat kita, bangsa kita, pimpinan kita harus bersama-sama bersatu untuk kembali berpikir bagaimana percepatan negeri ini maju kedepan dalam berbagai hal,” ujarnya mengakhiri.

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Ustadz Maaher dan Tren Ceramah Hinaan

Ustadz Maaher at-Thuwailibi, sebutan ustadz milenial dengan nama lengkap Soni Eranata yang memiliki banyak followers, mulai dari Instagram, Twitter bahkan Facebook. Ini baik, sebab...

Memanas, Iran Akan Serang Pangkalan Israel di Luar Negeri

TEL AVIV - Rezim Zionis Israel mulai khawatir bahwa kepentingan pangkalan Israel di luar negeri akan jadi target yang diserang Iran. Kekhawatiran muncul setelah...

Ulama Harus Tunjukkan Sikap dan Perilaku yang Baik

Harakatuna.com. Jakarta - Dakwah hakikatnya adalah mengajak kepada kebaikan, maka mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang baik. Seperti itulah metode yang dilakukan para...

Tiga Amal Saleh Yang Menyelamatkan Anda

Dalam sebuah hadis yang yang riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim terdapat sebuah kisah yang menakjubkan. Yaitu selamatnya tiga orang yang terjebak dalam gua lantaran...

Gabungan TNI dan Polri Tangkap Kelompok Teroris MIT di Kabupaten Sigi

Harakatuna.com. Sigi - Hingga sepekan pascaserangan terorisme di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, aparat gabungan TNI dan Polri mengintensifkan pengejaran kelompok teroris MIT. Tak hanya...

Agar Tidak Bosan Saat Menulis

Writer’s block, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh psikoanalis Edmund untuk menggambarkan keadaan penulis yang tidak bisa menggambarkan apapun dalam tulisannya. Situasi seperti ini hampir...

Islam Otentik Menolak Separatisme

Usaha membendung arus separatisme dan radikalisme  tidak bisa dilakukan hanya dengan menolak paham separatisme radikal atau menangkap pelaku teror. Melainkan memerlukan sebuah aksi pemerintah...