31.5 C
Jakarta
Array

Tak Ingin Hancur seperti Timur Tengah, Kapolresta Malang Ajak Mahasiswa Jaga NKRI

Artikel Trending

Tak Ingin Hancur seperti Timur Tengah, Kapolresta Malang Ajak Mahasiswa Jaga NKRI
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Malang. Kapolresta Malang AKBP Hoirudin Hasibuan mengungkapkan, bahwa Brawijaya adalah salah satu kampus yang ingin mendirikan negara khilafah. “Brawijaya termasuk kampus yang sebagian mahasiswanya sudah secara terang-terangan ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia,” ujarnya dalam Tabayun Kebangsaan yang digelar oleh Forum Studi Agama Islam Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, di aula Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (27/9/2017).

Malang sebagai salah satu kota pelajar terbesar menjadi target sasaran yang empuk bagi kelompok pendukung khilafah. Mereka melakukan rektutmen kader secara massif  demi tegaknya khilafah di Indonesia

Modusnya adalah memberikan akses kemudahan dalam mengurusi segala keperluan di kampus. “Proses rekrutmen kader HTI di kampus selalu dilakukan secara massif dengan memudahkan semua urusan kampus yang ada,” kata pria yang menggantikan AKBP Decky Hendarsono sebagai Kapolresta Malang itu.

Selain itu, internet juga menjadi media paling banyak menarik para aktivis tersebut guna melakukan perekrutan. “Internet adalah sarana rektrutmen yang paling efektif untuk menjadikan seseorang sebagai teroris dan siap untuk menajdi pelaku bom bunuh diri,” ujar pria kelahiran Medan itu.

“Banyak orang radikal dengan sendirinya hanya dengan menkonsumsi bahan-bahan ajaran radikal dan teror di internet tanpa adanya seorang pimpinannya. Dan ini juga berbahaya sekali,” lanjutnya.

Oleh karena itu, polisi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolsek Giriwoyo, Wonogiri dan Kartasura Res Sukoharjo itu mengajak para peserta diskusi, khususnya mahasiswa untuk menjaga kedaulatan NKRI agar terhindar dari bahaya konflik yang dapat memporakporandakan stabilitas negara, seperti yang terjadi di Timur Tengah hingga saat ini.

“Mari kita jaga NKRI agar aman dan damai, kalau tidak bisa kita lihat negara-negara di Timur Tengah. Dulu negaranya aman dan damai, sekarang malah porak-poranda dan hancur,” ungkap polisi yang mengawali karirnya dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada tahun 1998 itu.

“Karena kita tidak ingin seperti itu, maka mahasiswa harus menjaga dan merawat dengan baik persatuan dan kesatuan bangsa ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula penulis buku Kontroversi Dalil-dalil Khilafah Muhammad Sofi Mubarok dan Ketua Pusat Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyyah Malang Pranada Boy .

Syakirnf

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru