31.1 C
Jakarta
Array

Puasa Arafah

Artikel Trending

Puasa Arafah
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Ritual puasa sunah mempunyai siklus harian, bulanan, dan tahunan. Salah satu puasa sunah yang dilangsungkan satu tahun sekali adalah puasa Arafah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal sembilan (9) Zulhijah, sehari sebelum hari raya Idul Adha. Namun kesunahan puasa Arafah ini tidak berlaku bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah. Sehingga disunahkannya puasa Arafah hanya bagi orang yang tidak sedang berhaji. (HR. Ahmad dari Abu Hurairah) Salah satu sebab –menurut para fukaha- adalah agar para jamaah haji mampu menjalankan wukuf dengan khusyuk, tadaruk saat zikir dan doa. Mengingat berjubelnya jamaah haji di satu tempat terbuka yakni padang Arafah dengan tenda seadanya menuntut kesiapan fisik yang bugar.

Sebagaimana puasa Asyura yang menjadi puasa sunah tahunan, puasa Arafah juga memiliki makna tersendiri bagi umat Muhammad saw. Pelaksanaan puasa Asyura yang sebenarnya diawali oleh umat Nabi Musa as –yang kemudian disyariatkan oleh Rasulullah saw- untuk memperingati nabi mereka, puasa Arafah menjadi ciri khas umat Nabi Muhammad saw.

Beberapa riwayat sahih menuturkan keutamaan puasa Arafah dengan beragam macam pahala. Salah satunya adalah:

((صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ))

Puasa hari Arafah saya berharap kepada Allah swt untuk melebur dosa tahun setelah dan sesudahnya. HR Muslim

Para ulama berbeda pandangan mengenai maksud dari peleburan dosa dalam hadis tersebut. Dosa yang dapat dilebur di-takhshish hanya dosa-dosa kecil. Sementara yang lainnya berpendapat hadis tersebut masih umum, masih membuka kemungkinan yang dilebur adalah dosa besar juga. Menariknya al-Mawardi memaknai peleburan dosa sebab puasa Arafah dengan dua makna; pertama memaknainya apa adanya yaitu diampuninya dosa selama dua tahun; kedua makna metaphor yakni menjaga orang yang puasa Arafah dari maksiat dan dosa.

Selain hadis Muslim di atas, ditemukan sejumlah riwayat dengan berbagai redaksi dua tahun. Ada yang tahun sekarang dan yang akan datang. Ada juga tahun kemarin dengan tahun sekarang. Yang inti kesemuanya adalah puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun penuh. Sementara riwayat al-Baihaqi puasa Arafah itu sama dengan puasa selama seribu tahun.

Menurut sebagian ulama, hikmah puasa Arafah yang diiringi oleh ibadah haji dan umrah adalah siapapun yang melaksanakannya seakan-akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Alhasil bagaimanapun bentuk pahalanya, puasa Arafah mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding puasa-puasa sunah lainnya. Bisa dikatakan puasa Arafah menjadi ‘puasa Ramadan’-nya hari raya Idul Adha.

Di samping menganjurkan puasa Arafah, para fukaha juga menghimbau untuk berpuasa sehari sebelum puasa Arafah yakni hari Tarwiyah atau tanggal kedelapan bulan Zulhijah. Sebab puasa Tarwiyah sebagai bentuk kehati-hatian dari para ulama akan jatuhnya hari Arafah lebih cepat sehari sebelumnya. Sehingga kalaupun penghitungan hari Arafah tidak tepat sudah ter-cover oleh puasa Tarwiyah. Dan memang anjuran berpuasa pada Sembilan hari pertama bulan Zulhijah juga masuk dalam anjuran. Wallahu Aʻlam [Ali Fitriana]

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru