Presiden Kolombia Samakan Israel dengan Rezim Nazi di Sidang Dewan Keamanan PBB

Ahmad Fairozi, M.Hum.

11/06/2026

2
Min Read

Harakatuna.com. New York – Presiden Kolombia Gustavo Petro kembali melontarkan kritik keras terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza. Dalam pidatonya pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Petro menyamakan kebijakan militer Israel dengan rezim Nazi, seraya menyoroti tingginya jumlah korban sipil Palestina.

Presiden Petro menegaskan bahwa jumlah korban yang terus bertambah di Gaza tidak dapat diabaikan maupun ditutupi oleh kepentingan politik dan ekonomi internasional. “Angka-angka itu tidak dapat disembunyikan. Tidak ada kepentingan politik atau ekonomi yang dapat menyembunyikan fakta tersebut. Itulah benang merah sebenarnya dari apa yang akan saya katakan di sini, yaitu bahwa kita sedang kembali ke era Nazi,” ujar Petro dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan Palinfo, Kamis (11/6).

Dalam pernyataannya, Petro juga menuding Israel terus melancarkan serangan yang berdampak besar terhadap warga sipil di Jalur Gaza, termasuk anak-anak. Menurutnya, penggunaan kekuatan militer secara terus-menerus telah menyebabkan penderitaan kemanusiaan yang semakin meluas di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Ledakan Ranjau Boko Haram Tewaskan 20 Warga di Borno

Pemerintah Kolombia sebelumnya telah mengambil langkah diplomatik tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 2 Mei 2024. Keputusan tersebut diambil dengan alasan penolakan terhadap operasi militer Israel di Gaza yang oleh pemerintah Kolombia disebut sebagai tindakan genosida terhadap warga Palestina.

Sikap Kolombia menambah daftar negara yang secara terbuka menyampaikan kritik terhadap operasi militer Israel di Gaza dan menyerukan penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil.

Hingga kini, konflik di Gaza masih menjadi perhatian internasional dan terus memunculkan perdebatan terkait hukum humaniter internasional serta upaya gencatan senjata.

Leave a Comment

Related Post