Kelompok Saraya Ansar al-Sunna Klaim Serangan Bom di Kafe Damaskus, Aparat Suriah Lakukan Perburuan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

06/07/2026

2
Min Read

Harakatuna.com. Damaskus – Kelompok militan Saraya Ansar al-Sunna mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang mengguncang sebuah kafe di kawasan Damaskus, Suriah, pada Sabtu (5/7/2026) malam. Aksi tersebut menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil serta menjadi salah satu serangan paling mematikan yang terjadi di ibu kota Suriah dalam beberapa bulan terakhir.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan aparat keamanan bersama tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban, mengamankan tempat kejadian perkara, serta memulai penyelidikan guna mengungkap pelaku dan jaringan yang terlibat.

Menurut laporan BBC pada Sabtu (5/7/2026), tidak lama setelah ledakan terjadi, Saraya Ansar al-Sunna merilis pernyataan melalui saluran media yang berafiliasi dengan kelompok tersebut dan mengklaim bertanggung jawab atas aksi pengeboman itu.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut, “Operasi ini merupakan bagian dari kampanye kami dan akan terus berlanjut terhadap target-target yang kami anggap sebagai musuh”.

Pemerintah Suriah mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi teror tersebut. Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan, “Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku, jaringan pendukung, serta metode yang digunakan dalam pengeboman tersebut,” katanya.

BACA JUGA  Somalia Ancam Tutup Bab el-Mandeb, Dunia Siaga!

“Aparat keamanan akan memburu seluruh pihak yang terlibat hingga tuntas,” tegas pejabat tersebut.

Serangan itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap ancaman terorisme di Suriah, meskipun situasi keamanan di Damaskus dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perbaikan dibandingkan masa puncak konflik bersenjata. Menurut laporan Reuters, kemunculan nama Saraya Ansar al-Sunna dalam klaim serangan ini menarik perhatian kalangan pengamat keamanan karena kelompok tersebut relatif baru dikenal dibandingkan organisasi militan lain yang sebelumnya beroperasi di Suriah.

Hingga kini, otoritas Suriah masih mendalami keterkaitan kelompok tersebut dengan jaringan ekstremis lainnya serta kemungkinan adanya dukungan logistik maupun operasional yang memungkinkan serangan itu dilakukan di pusat ibu kota.

Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman kelompok teroris di Suriah belum sepenuhnya berakhir. Meski berbagai operasi keamanan telah menekan aktivitas kelompok bersenjata dalam beberapa tahun terakhir, sel-sel teroris dinilai masih memiliki kemampuan melancarkan serangan terhadap sasaran sipil guna menciptakan ketakutan dan mengganggu stabilitas keamanan negara.

Leave a Comment

Related Post