32.7 C
Jakarta

Presiden Abbas: Pembantaian di Rumah Sakit Baptis Tidak Dapat Ditoleransi

Artikel Trending

AkhbarInternasionalPresiden Abbas: Pembantaian di Rumah Sakit Baptis Tidak Dapat Ditoleransi
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Ramallah – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu (18/10) mengatakan, bahwa pemboman Israel terhadap Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza adalah bencana besar dan kejahatan perang yang keji, tidak dapat ditoleransi atau dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Palestina (WAFA) Presiden mengatkan saat memimpin pertemuan darurat kepemimpinan di Yordania.

“Kami tidak akan membiarkannya lepas dari tanggung jawab dan hukuman,” tegas Abbas, demikian keterangan yang dikutip MINA.

Ia mengatakan, mengingat bencana yang terjadi malam ini, dan karena kepedulian terhadap rakyat kita, saya memutuskan untuk mempersingkat kunjungan dan kembali ke tanah air untuk berada di antara umat saya dalam cobaan besar ini.

“Saya setuju dengan saudara-saudara di Yordania dan Mesir untuk membatalkan pertemuan puncak yang dijadwalkan hari ini di Amman dengan Presiden Biden,” ucap Abbas.

BACA JUGA  Turkiye Kirimkan Surat kepada Para Menteri OKI Serukan Solidaritas Palestina

Ia menyerukan, untuk mempererat barisan dan persatuan, tidak mengubah arah, dan tidak terseret ke dalam perselisihan yang hanya menguntungkan musuh-musuh rakyat Palestina.

Presiden menegaskan, bahwa agresi terhadap rakyat kami harus dihentikan dan menyerukan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah pendudukan dan memberikan perlindungan internasional bagi rakyat Palestina.

“Kami tidak akan membiarkan Nakba (bencana) baru di abad kedua puluh satu, dan kami tidak akan menerima pengungsian warga kami lagi,” katanya.

“Rakyat kami akan tetap teguh di tanah air mereka dan tidak akan pergi, apapun pengorbanannya,” tegas Abbas.

Presiden menekankan bahwa “kami akan melakukan segala hal yang diperlukan untuk menghentikan pertumpahan darah di Gaza dan Tepi Barat.”

Ia menyerukan kepada rakyat Palestina untuk bersatu“Ini adalah momen kritis dan berbahaya. Hal ini hanya bisa dihadapi dengan persatuan dan ketabahan dalam menghadapi agresi Israel,” ucapnya.

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozihttps://www.penasantri.id/
Mahasiswa UNUSIA Jakarta, Alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru