30.2 C
Jakarta

Pelajaran Penting Tentang Kehidupan Melalui Perumpamaan Laba-Laba Dalam Al-Qur’an

Artikel Trending

Asas-asas IslamAl-Qur’anPelajaran Penting Tentang Kehidupan Melalui Perumpamaan Laba-Laba Dalam Al-Qur’an
Dengarkan artikel ini
image_pdfDownload PDF

Harakatuna.com. Banyak sekali pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari pola kehidupan laba-laba. Mulai kekuatan jaringnya, kecerdasan laba-laba dalam mendesain sarangnya, sampai siklus kehidupan dari laba-laba itu sendiri. Berikut penulis menampilkan sejumlah hikmah yang dapat diambil.

Berpijak dari buku karya Harun Yahya dengan judul Keajaiban Pada Laba-laba dipaparkan fakta-fakta ilmiah yang dapat dijadikan pedoman sekaligus pelajaran berharga bagi kehidupan, diantaranya sebagai berikut.

Fakta Ilmiah Tentang Laba-Laba

Oleh para ilmuwan, laba-laba sering disebut sebagai ‘Insinyur-insinyur’ dengan keajaiban dan rekayasanya mampu membuat konstruksi sarang laba-laba yang sangat rumit, bahkan belum ada satu ahlipun yang mampu membuat sarang/jaring laba-laba sedetail, seapik, serumit dan sekuat laba-laba membangun jaringnya.

Dan jaring laba-laba terbuat dari sutera yang dihasilkan oleh tubuhnya sendiri. Sangat elastis dan kekuatanya mampu menahan beban ribuan ton. Benang laba-laba dengan diameter kurang dari 1/1000 mm, 5 kali lebih kuat di bandingkan tali baja dengan diameter yang sama.

Benangnya dapat melar hingga empat kali dari panjang normalnya. Benang sutera ini sangat ringan, sebagai gambaran, benang sutera laba-laba dengan berat hanya 320 gram dapat direntangkan mengelilingi bumi yang berdiameter 12.742 km.

Kehebatan jaring laba-laba dalam menjaring mangsanya. Serangga apapun yang terperangkap di dalam jaring laba-laba jangan harap bisa berkutik atau keluar dari perangkapnya. Fakta ilmiah membuktikan bahwa tubuh laba-laba dengan jenis jantan umumnya lebih kecil daripada betina, dan laba-laba betina yang membangun sarang sedangkan laba-laba jantan mendekati sarang betina untuk kebutuhan seksual/kawin.

Dilansir dari majalah National Geographic, laba-laba memiliki perilaku kanibalisme seksual. Laba-laba jantan rela dimakan oleh pasangannya karena tubuh jantan mampu memberikan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh laba-laba betina untuk kebutuhan bertelur.

Kanibalisme seksual laba-laba dilakukan betina setelah atau ketika mereka berhubungan seksual/kawin, perlahan laba-laba betina membungkus pasangannya dengan jaring yang dikeluarkan dari tubuhnya, lalu kemudian sedikit-demi sedikit tubuh laba-laba jantan dimakan.

Hanya sekitar 30% laba-laba jantan yang berhasil menyelamatkan diri dari kanibalisme dan berhasil mencari pasangan lain. Tapi, sebagian besar laba-laba membiarkan tubuhnya dimakan dan memperpanjang hubungan seksual, hal ini memperbesar kemungkinan untuk membuahi pasangannya. Alasan lain kanibalisme itu terjadi ialah bila setelah labalaba jantan berhasil memasukkan sperma ke dalam tubuh laba-laba betina, dan laba-laba betina tidak menyukai pasangannya tersebut maka proses kanibalisme itu pun terjadi, tapi ada juga laba-laba jantan yang tidak dimakan oleh pasangannya tapi dia membiarkan pasangannya kawin dengan laba-laba jantan lain.

Belajar Dari Sarang Laba-Laba

Walaupun fakta ilmiah menyebutkan sarang atau rumah laba-laba sangat kuat, tapi mengapa dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan kalau rumah paling rapuh adalah rumah laba-laba seperti dalam surah Al-Ankabut: 41 Ayat tersebut memberikan penjelasan bahwa tempat perlindungan paling rapuh adalah kepada selain Allah. Orang yang bersandar pada kedudukan, prestasi, harta, dan manusia. Manusia yang menyandarkan hidupnya kepada selain Allah pasti akan kecewa, putus asa, tidak bahagia bahkan sampai ada yang mengakhiri hidupnya. Semua sandaran kepada selain Allah adalah selemah-lemahnya sandaran, ibaratnya ialah rumah labalaba. Waktu, tenaga dan kerja keras yang dicurahkan untuk mendapatkan sandaran selain Allah seperti laba-laba yang berusaha membangun rumahnya.

Kelemahan laba-laba bukan terletak dari struktur bangunannya, kalau hal tersebut yang dijadikan acuan maka rumah laba-laba adalah rumah yang paling kuat. Kelemahannya yang dimaksudkan terletak pada fungsi utama sebuah rumah. Fungsi rumah ialah untuk melindungi penghuninya, memberikan kehangatan dan keharmonisan.

Kehidupan rumah tangga laba-laba adalah kehidupan yang kacau-balau, meskipun rumah itu kuat, megah dan elite tapi tidak ada ketenangan di dalamnya, sang istri sangat dominan sementara laki-laki tidak memiliki kekuatan dan tidak bisa memimpin rumah tangga.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa laba-laba adalah binatang yang pintar membangun jaring perangkap. Meski terlihat rapuh namun demikian jaring ini bukanlah tempat yang aman (QS. Al-Ankabut [29]:41). Apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan.

Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang. Orang hidup meniru gaya laba-laba adalah orang yang tidak tahu berterimakasih dan berhati dingin. Bukan hanya musuh yang dihancurkannya tetapi juga teman bahkan orang-orang paling dekat dengannya juga dikhianatinya. Itu terlihat dari kebiasaan laba-laba yang membunuh dan memakan sendiri pasangannya, bahkan tak jarang anak-anak laba-laba yang baru menetas memakan induknya. Wallahu A’lam bisshowab.

Tri Febriandi Amrulloh, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

Artikel Terbaru