24.6 C
Jakarta

Ormas Harus Bertanggungjawab Atasi Problem Radikalisme

Artikel Trending

Habib yang Menjamur

Dulu, saat saya kecil, di jalan-jalan tidak pernah terpampang baliho. Suasana damai sekali, bahkan tatkala gaduh pun, ya, paling itu karena persoalan biasa. Tidak...

Memberantas FPI, Memberantas Pembising Negeri

Sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/11) lalu. Mereka menurunkan baliho Habib...

Ampuhnya Doa Orang Puasa

Berbicara tentang manjurnya doa orang puasa sejenak kita akan langsung tertuju pada sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr...

Hukum Menyimpan Tali Pusar Bayi Menurut Islam

Tali pusar adalah jalan yang menghubungkan antara ibu dan bayinya ketika masih dikandungan. Tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu...

Rizieq Shihab Mati Langkah?

Pesta penyambutan kepulangan Rizieq Shihab berubah menjadi bencana bagi masa depan perjuangan politik Rizieq Shihab dan kawan-kawan. Belum genap satu bulan menginjak kaki di...

Bullshit Para “Pembela” Islam

Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para pembela Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. mereka semakin radikal. Radikalisme...

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’,...

Jangan Sampai Mendewa-dewakan Mereka yang Mengaku Keturunan Nabi

Gelar “habib” (jamaknya “habaib”) menjadi pembeda antara keturunan Nabi Saw. dan selain beliau. Sakralitas gelar habib tak kalah menarik dibandingkan dengan predikat nabiyullah yang...

Harakatuna.com. Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD mengatakan jika organisasi masyarakat (Ormas) tidak boleh diberangus. Menurutnya, Ormas merupakan instrumen penting dari demokrasi untuk membangun masyarakat.

“Ormas tidak boleh diberangus. Ormas instrumen penting dari demokrasi untuk membangun masyarakat,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD saat membuka Forum Group Diskusi dengan tema Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Ormas Radikal di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Menko Polhukam mengatakan keberadaan Ormas memang sangat sentral dan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan dan perekonomian.

Ormas sendiri memiliki peran dapat melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk kegiatan ekonomi di tengah gencarnya arus globalisasi.

Selain itu, Ormas juga dapat melakukan kerja sama dengan LSM Asing dengan fasilitasi pemerintah.

“Namun pada kenyataannya tidak sedikit ormas yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Ormas dimaksud melakukan aktivitas radikal dan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Ormas Harus Berantas Radikalisme

Dijelaskan, istilah radikal atau radikalisme mengacu kepada paham atau gerakan yang dilakukan untuk mengubah secara fundamental tatanan sosial maupun politik, sehingga semangat perubahan yang dibawa cenderung ekstrem, tidak terukur dan seringkali berdampak pada kekerasan sosial.

Dalam konstelasi politik Indonesia, masalah radikalisme sering dikaitkan dengan Islam yang mayoritas pendukungnya menuntut perubahan fundamental negara menjadi berbasis syariat Islam.

Akan tetapi gerakan-gerakan ini lambat laun berbeda tujuan, serta tidak mempunyai pola yang seragam.

Ada yang sekedar memperjuangkan implementasi syari’at Islam tanpa keharusan mendirikan “negara Islam”, namun ada pula yang memperjuangkan berdirinya negara Islam Indonesia.

“Pola organisasinya pun beragam, mulai dari gerakan moral ideologi seperti Majelis Mujahidin Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia sampai kepada gaya militer seperti Laskar Jihad,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemenko Polhukam berkoordinasi dengan lintas K/L terkait yang berkaitan dengan bidang ketahanan ideologis dan bidang Polhukam yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Tugas menjaga keutuhan bangsa adalah tugas yang berat seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi, apalagi dihadapkan dengan tidak adanya kepastian tindakan hukum oleh aparat keamanan bagi individu atau Ormas yang menyebarkan paham-paham radikalisme,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Purnomo Sidi mengatakan, kegiatan FGD ini bertujuan untuk memperoleh saran dan masukan tentang kebijakan pemerintah dalam penanganan Ormas radikal.

Selain itu juga untuk memperoleh identifikasi ketentuan hukum yang dapat digunakan sebagai dasar tindakan dan penanganan Ormas radikal dan sejenisnya yang telah dibubarkan.

“Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan pemerintah serta adanya kepastian hukum dalam penanganan Ormas radikal dan sejenisnya yang telah dibubarkan,” kata Purnomo. (*)

 

Harakatuna
Harakatuna
Harakatuna.com merupakan media dakwah berbasis keislaman dan kebangsaan yang fokus pada penguatan pilar-pilar kebangsaan dan keislaman dengan ciri khas keindonesiaan. Transfer Donasi ke Rekening : BRI 033901002158309 a.n PT Harakatuna Bhakti Ummat

Mengenal Harakatuna

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Rouhani Tuduh Israel Bunuh Pakar Nuklir Fakhrizadeh

Harakatuna.com. Taheran - Presiden Iran Hassan Rouhani tuduh Israel membunuh pakar nuklir Mohsen Fakhrizadeh. Pembunuhan itu semakin meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah dan lebih luas...

Agenda Kegiatan: Virtual Learning Desain

🏅VIRTUAL LEARNING DESIGN Batch#4🏅 ( Selasa-Rabu-Kamis, 1-2-3 Desember 2020 ) Kelas On Line/virtual menjadi New Normal di bidang Learning, Coacing, bahkan Training. Dengan pemberlakuan PSBB, proses...

Menggeser Paradigma Mayoritas-Minoritas Dalam Beragama

Konflik antar umat beragama kembali memanas di India. Pasalnya, pengesahan Amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan India (CAB) pada Desember 2019 lalu dinilai diskriminatif terhadap umat muslim...

Kearifan Lokal Dapat Dijadikan Sarana Mencegah Paham Radikalisme

Harakatuna.com. Jakarta - Indonesia sejak masa lalu sudah memiliki beragam kearifan lokal. Hampir tujuh ribu tahun sebelum masehi, Indonesia sudah mewarisi nilai – nilai...

Mengapa Tidak Ada Basmalah di Awal Surat At-Taubah, Ini Penjelasannya?

Salah satu yang menjadi pertanyaan ketika membaca Al-Quran adalah mengapa di semua surat Al-Quran terdapat basmalah. Sedangkan disurat At-Taubah sendiri tidak ada basmalahnya. Berawal...

Kuatkan Pilar Kebangsaan Untuk Pencegahan Paham Radikalisme

Harakatuna.com. Surakarta-Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) bekerja sama dengan website Harakatuna menggelar seminar Nasional di Aula Red Chilies Hotel, Lantai 5. Jalan Ahmad Yani, Surakarta,...

Peran Sunan Giri dalam Islamisasi Indonesia Timur

Judul: Jaringan Ulama dan Islamisasi Indonesia Timur, Penulis: Hilful Fudhul Sirajuddin Jaffar, Penerbit: IRCiSoD, Cetakan: Oktober 2020, Tebal: 132, Peresensi: Willy Vebriandy. Bagaimana islamisasi Nusantara...

Yordania Khawatirkan Kondisi Palestina yang Semakin Terancam

Harakatuna.com. Amman - Kerajaan Yordania khawatir hubungan Arab Saudi dengan Israel yang mulai "mesra" dapat mengancam hak pengelolaannya atas Masjid al-Aqsa, salah satu situs tersuci Islam di...