Memang Islam Kami Berbeda

Memang Islam Kami Berbeda

Karya Slemet Tuharie Nq*

Islam kami memang beda, Islam kami bukan Islam yang apa-apa harus ada label Islamnya atau label syari’ahnya. Bukan selalu formalisasi, tapi Islam kami lebih mengutamakan nilai (internalisasi).

Islam kami memang beda, Islam kami bukan yang apa-apa harus seperti Arab, karena Islam kami menyatu dengan budaya. Islam kami juga bukan hadir dengan pedang, tapi dengan budaya lokal.

Islam kami memang beda, Islam kami bukan Islam yang garang, karena Islam kami adalah Islam yang ramah dan santun, bukan yang apa-apa harus diselesaikan dengan kekerasan.

Islam kami memang beda, Islam kami berbaur dengan nasionalisme, hingga kami lebih mementingkan untuk mendukung pemerintah melawan arogansi PT. Freeport Indonesia untuk keadilan dan kemaslahatan bangsa, dari pada koar-koar untuk kepentingan politik dengan baju agama.

Islam kami memang beda, Islam kami bukan yang gampang mengkafirkan orang yang beda pemahaman dengan kami. Islam kami menghargai perbedaan pandangan karena kami meyakini bahwa perbedaan adalah rahmat.

Islam kami memang beda, Islam kami bukan Islam yang harus berjubah dan bersorban, karena Islam kami adalah nilai bukan simbol. Bagi kami, kami tetap Islam kami  meski dengan blangkon dan baju batik.

Islam kami memang beda, Islam kami bukan Islam yang sumber belajarnya hanya dari al Qur’an terjemah yang praktis, tapi Islam kami diajari secara perlahan dari dasar oleh para kiai kami yang belajar Islam sudah lama.

Islam kami memang beda, Islam kami adalah Islam yang percaya pada barokah kiai dan karomah para wali, bukan yang sedikit-sedikit syirik dan sedikit-sedikit bid’ah.

Islam kami memang beda, Islam kami melindungi yang minoritas, bukan Islam yang semena-mena karena merasa dirinya sebagai mayoritas.

Baca Juga:  RUU Pemberantasan Terorisme Atur Mekanisme Hak Korban

Islam kami memang beda, Islam kami bukan Islam yang tekstualis dalam memahami al Qur’an. Islam kami adalah Islam yang kontekstual, karena kami meyakini bahwa al Qur’an kami berlaku untuk seluruh kondisi zaman.

Islam kami memang beda, dan inilah Islam kami yang beda dengan Islam kalian

*Pengurus Pusat NU Care PBNU, tinggal di Jakarta